Polres Cilegon menutup jalan menuju kawasan Pantai Anyer. Foto: Metrotvnews.com
Bupati Serang Minta Dishub-Satpol PP Siaga di Jalur Wisata Selama Libur Iduladha
Silvana Febiari • 12 May 2026 15:55
Serang: Jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kabupaten Serang diminta mengantisipasi potensi kemacetan di jalur pariwisata menjelang libur panjang Iduladha 1447 Hijriah. Hal tersebut disampaikan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah usai menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda Kabupaten Serang.
"Menjelang cuti bersama pada 14 hingga 17 Juni mendatang, saya meminta Dishub dan Satpol PP bersiaga mengatur lalu lintas. Pasti ada lonjakan kendaraan, khususnya di wilayah pariwisata," kata Bupati yang akrab disapa Zakiyah tersebut usai rapat yang membahas pengamanan wilayah dan stabilitas harga pokok jelang hari raya, dilansir dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
Di sisi lain, Bupati memastikan kondisi ketertiban masyarakat di Kabupaten Serang saat ini tetap kondusif. Terkait kebutuhan pokok, ia menyebutkan harga mayoritas komoditas masih stabil, meski terdapat kenaikan pada beberapa jenis cabai.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional untuk menambah distribusi bantuan pangan. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat menjangkau hingga 190.000 penerima manfaat guna menjaga daya beli masyarakat selama libur hari raya.

Sejumlah wisatawan padati kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten. (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Serang Benny Yuarsa telah menyiapkan personel untuk mendukung kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas di kawasan wisata, khususnya di Anyer.
"Kami berkoordinasi dengan kepolisian, terutama Polres Cilegon untuk wilayah wisata Anyer. Sebanyak 36 personel akan kami terjunkan untuk membantu pengaturan lalu lintas," jelas Benny.
Benny menambahkan, puluhan personel tersebut akan dibagi ke dua titik krusial, yakni wilayah Anyer dan Bojonegara. Di wilayah Bojonegara, petugas akan fokus mengawasi pergerakan truk tambang agar tidak melintas pada jam operasional yang padat guna menjaga kenyamanan wisatawan.
"Pengaturan truk tambang dilakukan agar tidak melintas saat jam ramai wisatawan. Ini komitmen kami agar masyarakat tetap nyaman saat melintas di jalur-jalur tersebut," tegasnya.