Kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Istimewa
Kecelakaan KAI Jarak Jauh dengan KRL Pertama dalam Sejarah
M. Iqbal Al Machmudi • 28 April 2026 04:59
Jakarta: Kecelakaan kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi, di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB, Senin, 27 April 2026 disebut pertama kali terjadi. Insiden ini dinilai kecelakaan terbesar sesama moda kereta sejak kasus terakhir 2 Oktober 2010 di Stasiun Patarukan, Pemalang yang menyebabkan 35 orang meninggal dunia, 29 luka berat, dan 5 orang luka ringan.
"Kecelakaan antara kereta jarak jauh versus KRL malam ini merupakan kecelakaan pertama dalam sejarah. Selama ini tidak pernah terjadi senggolan antara kereta jarak jauh dengan kereta perkotaan, sehingga ini tentu ada masalah yang serius di tingkat manajerial yang perlu diaudit," kata Pakar pendidikan sekaligus pengguna setia KAI Ki Darmaningtyas dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Memang tidak menimbulkan korban jiwa, tapi perjalanan KA menuju Yogyakarta hingga Surabaya dialihkan lewat Semarang. Hal ini akhirnya menimbulkan keterlambatan beberapa jam untuk dapat sampai tujuan.

Kondisi gerbong KRL yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr/aa
"Melihat adanya kecelakaan yang beruntun dalam satu bulan terakhir, selain mendesak perlu adanya audit manajemen di PT KAI," ungkap Darmaningtyas.
Diketahui, kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan puluhan orang dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk penanganan medis. Sementara itu, masih ada korban yang terjepit di gerbong kereta tengah dievakuasi.