Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam konferensi pers FSAI 2026 di Jakarta, Rabu, 22 April 2026. (Metrotvnews.com / Muhammad Reyhansyah)
Wamenekraf Dorong Industri Film Indonesia Perluas Pasar ke Tingkat Global
Muhammad Reyhansyah • 22 April 2026 18:52
Jakarta: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong para pelaku industri film Indonesia untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global.
Pernyataan tersebut disampaikan Irene dalam konferensi pers Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 di CGV Pacific Place Mall, Rabu, 22 April 2026.
Irene menilai industri film memiliki potensi ekonomi yang jauh melampaui sekadar penjualan tiket, termasuk pengembangan kekayaan intelektual (IP) serta bisnis turunan seperti merchandise dan lisensi.
“Kalau kita bicara industri film, ini bukan hanya soal menonton film. Ada banyak turunan ekonomi, dari penjualan tiket bisa berkembang menjadi IP, merchandising, hingga bisnis lisensi yang sangat besar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perubahan strategi agar pelaku industri mampu memaksimalkan potensi tersebut, termasuk dengan menyasar pasar internasional.
“Let’s go global. Let’s go beyond ticket sales only. Kita juga harus mulai memikirkan pasar di luar Indonesia,” serunya.
Kolaborasi Industri Film Indonesia-Australia
Menurut Irene, sineas Indonesia perlu didorong untuk menembus pasar global melalui kolaborasi serta penguatan kapasitas industri.“Harapannya sineas Indonesia bisa memanfaatkan platform ini bukan hanya untuk menonton, tetapi juga berpikir dan melihat apa yang bisa dilakukan bersama,” tegasnya.
Irene menambahkan, FSAI dapat menjadi titik awal untuk membangun kolaborasi antara Indonesia dan Australia, dimulai dari pemahaman budaya masing-masing.
“Tak kenal maka tak sayang. Dengan festival ini, kita bisa saling mengenal tanpa harus datang langsung ke negara lain,” jelas Irene.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kolaborasi tidak dapat dipaksakan dan harus berkembang secara alami.
Baca juga: FSAI 2026 Jadi Ajang Penguatan Ekosistem Film Indonesia-Australia