Donald Trump Sebut Pelaku Penembakan Washington Dipicu Kebencian Agama

Presiden AS Donald Trump sesaat sebelum penembakan. Foto: The New York Times

Donald Trump Sebut Pelaku Penembakan Washington Dipicu Kebencian Agama

Fajar Nugraha • 27 April 2026 10:19

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Minggu, 26 April, mendeskripsikan tersangka penembakan dalam acara jamuan makan malam White House Correspondents' Association sebagai individu yang sangat pendendam dan didorong oleh sentimen tidak beragama.

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa manifesto pelaku mengungkapkan sosok yang dikuasai oleh kebencian agama.

Trump menyebut bahwa pelaku telah memendam kebencian mendalam di hatinya untuk waktu yang cukup lama dan menggambarkan motif serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat anti-Kristen. Ia menambahkan bahwa keluarga tersangka sebenarnya menyadari kesulitan yang dialami pelaku dan menyarankan agar mereka seharusnya melaporkan kondisi tersebut dengan lebih tegas.

"Dia memiliki banyak kebencian di hatinya untuk waktu yang cukup lama. Saya membenci orang seperti ini, orang yang sakit dan jahat. Saya membenci seseorang seperti itu yang mencoba mengubah arah negara kita," seperti dikutip Anadolu, Senin, 27 April 2026.

Trump memuji respons cepat dari Secret Service dan mengilustrasikan bahwa penyerang berlari dengan kecepatan tinggi layaknya pemain sepak bola NFL, namun berhasil dihentikan tepat sebelum mencapai pintu masuk utama.

Menyikapi insiden keamanan tersebut, Trump mempertegas rencananya untuk membangun ruang aula baru yang lebih aman di area Gedung Putih. Ia menjelaskan bahwa aula tersebut akan dilengkapi dengan kaca antipeluru setebal hampir empat inci serta kemampuan perlindungan terhadap serangan drone, yang ia sebut sebagai lokasi paling aman di dunia.

Tersangka yang diidentifikasi sebagai Cole Allen tersebut sebelumnya ditangkap di Hotel Washington Hilton pada Sabtu malam. Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung, Todd Blanche, mengatakan bahwa Allen hanya berjarak beberapa meter dari upaya menembus perimeter pengamanan saat berhasil dihentikan oleh petugas.

Pihak penyelidik menemukan sejumlah dokumen tertulis milik tersangka di hotel yang menyatakan niatnya untuk menargetkan para pejabat pemerintahan Trump. Selain itu, ditemukan pula berbagai retorika anti-Trump dan anti-Kristen pada akun-akun media sosial milik Allen.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)