Ilustrasi: Warga menghalau sinar Matahari yang cukup terik di Denpasar, Bali, Kamis (12/3/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Cuaca Jabodetabek Akhir Pekan: Nihil Hujan hingga 2 Agustus 2026
Lukman Diah Sari • 31 July 2026 07:24
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca periode 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 untuk wilayah Jabodetabek. Menurut prakiraan BMKG, potensi hujan di Jabodetabek nihil dalam periode tersebut.
"Potensi hujan sedang hingga hujan ekstrem, nihil," kata BMKG dalam akun resmi infoBMKG, dikutip pada Jumat, 31 Juli 2026.
Namun, angin kencang diprediksi melanda wilayah penyangga Jakarta, yakni Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, pada 31 Juli 2026. Sementara itu, dalam periode 1 Agustus hingga 2 Agustus 2026, juga tidak terdapat potensi hujan serta angin kencang.

Ilustrasi cuaca. Foto: Freepik.
54,5 Persen Daratan Indonesia Masuki Kemarau
BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga awal kuartal pertama 2027, dengan peluang puncak intensitas mencapai kategori kuat. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.Hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk sebagian besar Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Puncak musim kemarau 2026 diprakirakan dominan terjadi pada Agustus dan September, dengan 437 ZOM bakal mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi biasanya.
"Ancaman kekeringan ekstrem ini berimplikasi langsung pada tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.