Houthi Pertimbangkan Pungut Biaya bagi Kapal yang Melintas di Laut Merah

Kapal yang berlayar di Laut Merah. Foto: Anadolu

Houthi Pertimbangkan Pungut Biaya bagi Kapal yang Melintas di Laut Merah

Muhammad Reyhansyah • 30 July 2026 15:19

Sanaa: Kelompok Houthi Yaman dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana mengenakan biaya kepada kapal-kapal komersial yang melintasi bagian selatan Laut Merah, sepekan setelah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. 

Menurut laporan Reuters yang mengutip sejumlah sumber regional yang mengetahui pembahasan tersebut, Houthi tengah mengkaji penerapan pungutan terhadap sebagian besar kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran sempit yang menghubungkan Laut Merah bagian selatan dengan Teluk Aden. Belum ada jadwal penerapan kebijakan tersebut.

Dua pejabat regional yang mendapat penjelasan dari Teheran mengatakan kepada Reuters bahwa isu tersebut dibahas saat pejabat Houthi menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Juli lalu.

“Tujuan rencana itu adalah menormalisasi praktik pungutan di jalur pelayaran internasional sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat (AS). Mereka juga mengatakan kapal-kapal Tiongkok akan dibebaskan dari pungutan tersebut dan Houthi mendukung pengaturan itu,” kata sumber tersebut, dikutip dari , Kamis 30 Juli 2026.

Seorang pejabat Arab mengatakan, para pejabat Houthi yang kembali dari Teheran didampingi penasihat Iran untuk membantu menyiapkan otoritas yang berpotensi mengatur pungutan bagi kapal yang melintasi Bab el-Mandeb.

"Houthi akan berupaya menguasai Laut Merah dan mereka akan mencoba mengenakan biaya kepada kapal jika berhasil melakukannya," kata Menteri Luar Negeri yang ditunjuk pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Afrah al-Zouba.

Dua diplomat Barat mengatakan langkah tersebut kemungkinan akan mendapat penolakan keras dari negara-negara Teluk dan Eropa. Namun, menurut mereka, pasukan angkatan laut internasional saat ini belum mampu memberikan perlindungan yang memadai bagi kapal dagang dan tidak ada dorongan politik yang kuat untuk mengubah kondisi tersebut.

Penutupan Bab el-Mandeb dinilai dapat menghilangkan jalur alternatif penting bagi Arab Saudi selain Selat Hormuz dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia.

Pekan lalu, sedikitnya satu kapal tanker Arab Saudi diserang di dekat Pelabuhan Jizan, dan Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Laporan Panel Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2024 sebelumnya menyebut Houthi diduga pernah memungut biaya dari sejumlah agen pelayaran sebagai imbalan atas jaminan keamanan saat kampanye maritim mereka berlangsung. Namun, laporan itu menegaskan informasi tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

(Fajar Nugraha)