Karhutla di Sekarjaya Oku Padam, BPBD Lakukan Pendinginan

Tim Satgas BPBD OKU melakukan pendinginan di lokasi karhutla guna mencegah munculnya titik api, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-BPBD OKU

Karhutla di Sekarjaya Oku Padam, BPBD Lakukan Pendinginan

Lukman Diah Sari • 5 August 2026 11:10

Baturaja: Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sekarjaya. Pemadaman dilakukan agar api tidak menyebar ke permukiman warga.

"Karhutla terjadi tadi malam, 4 Agustus, sekitar pukul 19.00 WIB," kata Kepala BPBD OKU Januar Efendi saat dihubungi dari Palembang, Rabu, 5 Agustus 2026, melansir Antara.

Dia mengatakan lahan mineral yang terbakar terpantau melalui aplikasi SiPongi dengan titik koordinat S: -4.1240 E: 104.2220 dengan luas lahan mencapai satu hektare. Pihaknya menerjunkan personel untuk memadamkan api agar tidak menyebar luas merambat ke permukiman warga yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi.

Tim gabungan dari BPBD, Dinas Pemadaman Kebakaran, TNI, Polri, dan dibantu masyarakat sekitar berjibaku memadamkan api pada malam hari. Dalam melakukan pemadaman, petugas di lapangan membawa peralatan memadai, meliputi dua mobil suplai air, mesin pompa jinjing, dan perlengkapan pendukung lainnya.

"Api berhasil dipadamkan hanya beberapa jam setelah peristiwa tersebut terjadi. Petugas kami saat ini masih di lapangan untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api," jelas dia.


Tim Satgas Karhutla Muara Enim memadamkan kebakaran lahan di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Jumat. ANTARA/HO/BPBD Muara Enim

Dalam kesempatan tersebut, Januar mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar agar tidak memicu titik api yang menyebabkan karhutla.

"Satgas Karhutlah Kabupaten OKU juga melakukan pemantauan terhadap cuaca 1x24 jam, dan titik hotspot sekaligus mendistribusikan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam saat musim kemarau, seperti karhutla," ujarnya.

(Lukman Diah Sari)