Diduga Akibat Puntung Rokok, Lahan 2.000 Meter di Bantul Terbakar

Proses pemadaman lahan terbakar 2.000 meter persegi. Dokmentasi/Polres Bantul

Diduga Akibat Puntung Rokok, Lahan 2.000 Meter di Bantul Terbakar

Ahmad Mustaqim • 22 July 2026 19:50

Bantul:mLahan kosong di Kelurahan Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terbakar pada Rabu, 22 Juli 2026. Saat api berhasil dipadamkan, total luas lahan yang terbakar mencapai 2.000 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga saat melihat kepulan asap. Lokasi kebakaran berada di samping sebuah gudang yang berbatasan dengan lahan kosong.

Menurut keterangan para saksi, mereka melihat kepulan asap kemudian langsung menuju lokasi untuk memastikan sumbernya. Setelah dicek, api ternyata sudah membakar rumput kering di lahan kosong tersebut, kata Rita.

Rita menjelaskan, warga bersama para saksi segera berupaya memadamkan kobaran api yang kian membesar menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga petugas pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi.

Upaya tersebut berlangsung sekitar satu jam, namun masih terdapat beberapa titik api yang belum sepenuhnya padam sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari petugas Damkar, ujarnya.

Menurutnya, petugas damkar membutuhkan waktu untuk memadamkan api. Setelah proses pemadaman selama 20 menit, api akhirnya berhasil dijinakkan.
class=big_center
Proses pemadaman lahan terbakar 2.000 meter persegi. Dokmentasi/Polres Bantul

Rita menyebut, lahan yang terbakar itu milik warga bernama Honggo Seno, 70. Honggo dan sejumlah warga telah dimintai keterangan guna memastikan penyebab kebakaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Rita, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga mengenai rumput kering dan menimbulkan percikan api.

Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun demikian, penyebab pastinya masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kemarau ketika kondisi rumput dan semak kering sangat mudah terbakar. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area yang banyak ditumbuhi rumput kering.

Sedikit percikan api saja dapat memicu kebakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan lebih peduli terhadap potensi kebakaran di musim kemarau, kata dia.

(Lukman Diah Sari)