Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani. Foto: dok CFX.
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Data Industri Aset Kripto
Husen Miftahudin • 11 March 2026 22:51
Jakarta: PT Central Finansial X (CFX) merilis laporan "Perkembangan Data Industri Aset Kripto" sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap rujukan informasi pasar. Laporan tersebut akan dipublikasikan setiap bulan dan memuat rangkuman aktivitas transaksi secara menyeluruh yang terjadi di dalam ekosistem Bursa Kripto CFX.
Data yang disajikan mencakup metrik dari pasar spot maupun pasar derivatif, seperti volume perdagangan, frekuensi transaksi, hingga jumlah konsumen aktif bulanan. Guna memastikan aksesibilitas informasi yang luas, data tersebut didistribusikan melalui situs web resmi dan kanal media sosial.
Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani menyampaikan penerbitan data industri ini merupakan wujud tanggung jawab Bursa Kripto CFX dalam menghadirkan ekosistem aset kripto yang berintegritas dan berkualitas. Publikasi ini menjadi bagian dari implementasi pilar utama bursa untuk mengedepankan transparansi data dan ketersediaan data bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Sebagai bursa kripto, kami selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas ekosistem aset kripto melalui ketersediaan data transaksi yang valid dan transparan. Kami berharap data-data tersebut dapat rujukan yang objektif bagi masyarakat maupun konsumen dalam melihat kondisi pasar dan sebelum mengambil keputusan transaksi," jelas Subani dalam siaran pers, Rabu, 11 Maret 2026.
Berdasarkan laporan pada periode 1-28 Februari 2026, Bursa Kripto CFX mencatat terdapat sebanyak 1.457 aset kripto dan 127 kontrak derivatif aktif yang diperdagangkan melalui 25 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terdaftar.
Pada pasar spot, volume perdagangan selama Februari mencapai Rp24,33 triliun. Sementara itu, aktivitas di pasar derivatif mencatatkan volume perdagangan sebesar Rp3,88 triliun pada periode yang sama.

(Gedung Bursa Kripto CFX. Foto: dok Bursa Kripto CFX)
Data yang disajikan mencakup metrik dari pasar spot maupun pasar derivatif, seperti volume perdagangan, frekuensi transaksi, hingga jumlah konsumen aktif bulanan. Guna memastikan aksesibilitas informasi yang luas, data tersebut didistribusikan melalui situs web resmi dan kanal media sosial.
Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani menyampaikan penerbitan data industri ini merupakan wujud tanggung jawab Bursa Kripto CFX dalam menghadirkan ekosistem aset kripto yang berintegritas dan berkualitas. Publikasi ini menjadi bagian dari implementasi pilar utama bursa untuk mengedepankan transparansi data dan ketersediaan data bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Sebagai bursa kripto, kami selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas ekosistem aset kripto melalui ketersediaan data transaksi yang valid dan transparan. Kami berharap data-data tersebut dapat rujukan yang objektif bagi masyarakat maupun konsumen dalam melihat kondisi pasar dan sebelum mengambil keputusan transaksi," jelas Subani dalam siaran pers, Rabu, 11 Maret 2026.
Berdasarkan laporan pada periode 1-28 Februari 2026, Bursa Kripto CFX mencatat terdapat sebanyak 1.457 aset kripto dan 127 kontrak derivatif aktif yang diperdagangkan melalui 25 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terdaftar.
Pada pasar spot, volume perdagangan selama Februari mencapai Rp24,33 triliun. Sementara itu, aktivitas di pasar derivatif mencatatkan volume perdagangan sebesar Rp3,88 triliun pada periode yang sama.
| Baca juga: Fatwa Muhammadiyah soal Kripto: Sah untuk Investasi, Edukasi Investor Terus Digenjot |

(Gedung Bursa Kripto CFX. Foto: dok Bursa Kripto CFX)
Bitcoin hingga Solana raup volume perdagangan terbesar
Lebih lanjut, Bursa Kripto CFX melaporkan Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Pippin (PIPPIN), dan Solana (SOL) menjadi lima aset kripto dengan volume perdagangan terbesar sepanjang Februari.
Subani menuturkan laporan Perkembangan Data Industri Aset Kripto semakin melengkapi keterbukaan informasi yang ada di situs web Bursa Kripto CFX, yakni www.cfx.co.id. Sebelumnya, Bursa Kripto CFX telah memiliki informasi mengenai Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) yang berisikan seluruh daftar aset kripto yang sah diperjualbelikan di Indonesia.
Selain itu, terdapat juga informasi terkait Data Ringkasan Pasar yang menyajikan frekuensi dan volume harian di pasar spot maupun kontrak derivatif, serta pergerakan harga acuan aset kripto.
"Data industri, DAKD, hingga ringkasan pasar yang ditampilkan di website Bursa Kripto CFX dapat dijadikan rujukan oleh masyarakat ketika hendak melakukan investasi aset kripto," terang Subani.
"Ke depan, kami akan terus menambah berbagai instrumen data pasar relevan lainnya untuk mengukuhkan posisi Bursa Kripto CFX sebagai rujukan informasi utama untuk seluruh informasi yang berkaitan dengan data pasar aset kripto di Indonesia," tegas dia menambahkan..
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com