Gempa Bumi Dangkal di Bener Meriah Akibat Pergerakan Sesar Aktif

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan getaran gempa bumi tektonik yang dirasakan di Bener Meriah, Provinsi Aceh pada Minggu pukul 03:29:00 WIB terjadi akibat adanya aktivitas sesar aktif. ANTARA/HO-BMKG

Gempa Bumi Dangkal di Bener Meriah Akibat Pergerakan Sesar Aktif

Whisnu Mardiansyah • 1 March 2026 13:42

Bener Meriah: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Minggu dini hari, 1 Maret 2026. Getaran tersebut dipastikan berasal dari aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, di Medan, Minggu, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis terkini, gempa bumi ini memiliki parameter akhir dengan magnitudo 2.9.

Episenter atau pusat gempa bumi terletak pada koordinat 4.75° Lintang Utara dan 96.76° Bujur Timur. Lokasi persisnya berada di darat, sekitar 11 kilometer sebelah barat Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan kedalaman hiposenter mencapai 4 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," kata Hendro Nugroho seperti dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
 


Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di daerah Bener Meriah. Berdasarkan skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran tercatat pada skala III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh kejadian tersebut.

"Hingga pukul 04:04 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan," ungkapnya.

Menyikapi kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diharapkan hanya memperoleh informasi dari sumber resmi.


Ilustrasi Medcom.id

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)