Como Torehkan Kemenangan Bersejarah di Liga Champions, Fabregas tak Ingin Terbuai

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas. Foto: X @Championsleague.

Como Torehkan Kemenangan Bersejarah di Liga Champions, Fabregas tak Ingin Terbuai

Dhika Kusuma Winata • 11 September 2026 10:32

Jakarta: Como 1907 mencatat sejarah dengan mengawali debut di Liga Champions melalui kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig di Stadion Sinigaglia, Jumat dini hari, 11 September 2026. Meski demikian, sang pelatih Cesc Fabregas meminta anak asuhnya tidak berlama-lama menikmati hasil tersebut.

Fabregas mengakui kemenangan itu menjadi sejarah bagi Como dan masyarakat kota karena untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Como tampil di kasta tertinggi Eropa sekaligus langsung mencatatkan hasil positif. Namun, Fabregas menegaskan Serie A tetap menjadi prioritas karena kompetisi domestik merupakan jalan utama untuk kembali tampil di Liga Champions pada masa mendatang.

"Saya tentu memahami ini merupakan malam bersejarah bagi kota dan klub. Ini adalah hadiah yang kami dapatkan setelah kerja luar biasa musim lalu. Namun, Serie A tetap menjadi target paling penting. Bagaimanapun, Serie A yang memungkinkan kami kembali ke Liga Champions," kata Fabregas dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 11 September 2026.

Kemenangan atas Leipzig menjadi awal sempurna dalam petualangan pertama Como di Liga Champikns. Empat gol tuan rumah seluruhnya dicetak pemain yang menjadi bagian dari skuad musim lalu dan ikut mengantarkan Como mendapatkan kesempatan tampil di Eropa.

Martin Baturina, Tasos Douvikas, dan Assane Diao mencetak gol pada babak pertama. Sementara itu, Maxi Perrone yang masuk sebagai pemain pengganti turut menyumbang gol untuk melengkapi pesta tuan rumah.

Leipzig hanya mampu membalas melalui Andrija Maksimovic. Hasil tersebut membuat Como menjadi satu-satunya wakil Italia yang meraih kemenangan pada matchday pertama Liga Champions.

Meski demikian, Fabregas langsung mengingatkan timnya tantangan berikutnya sudah menunggu. Como dijadwalkan menghadapi Parma di Serie A.

"Kami adalah tim muda yang mendapatkan dorongan besar dari energi Liga Champions. Namun, saya akan sangat marah jika setelah ini kami tidak memberikan segalanya di Serie A. Kami harus tetap rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari. Musim ini akan sangat berat dan kami harus menjaga mentalitas yang tepat," tegas Fabregas.

Kemenangan atas Leipzig juga memperpanjang tren positif Como. Klub tersebut kini membukukan tiga kemenangan beruntun setelah sebelumnya menundukkan Napoli dan Genoa di Serie A.

Como 1907. Foto: X @Championsleague. 

Fabregas menunjukkan fleksibilitas dalam mengelola pertandingan. Pada dua laga terakhir, dia beberapa kali mengubah formasi menjadi lima pemain bertahan sekitar menit ke-60 untuk mengendalikan permainan.

Menurut Fabregas, tim yang ingin berkembang menjadi kesebelasan dominan tidak hanya dituntut menyerang tetapi juga mampu mengontrol serta beradaptasi di berbagai fase pertandingan.

"Setelah unggul 3-0, Leipzig mengubah sistem dan mulai membangun serangan dengan tiga pemain plus satu di belakang. Mereka juga lebih banyak menyerang melalui sisi lapangan dan bermain lebih mengandalkan kekuatan fisik. Kami mulai lelah, sehingga saya memilih untuk lebih mengontrol situasi," sebut Fabregas.

Perjalanan Como bersama Fabregas menjadi salah satu kisah menarik dalam perkembangan klub tersebut. Ketika Fabregas mulai menangani tim pada Desember 2023, Como masih berada di posisi keenam Serie B.

Setelah berhasil promosi ke Serie A, klub milik konglomerasi Indonesia Grup Djarum itu kemudian memperkuat skuad secara agresif pada bursa transfer. Investasi tersebut kini mulai menunjukkan hasil, termasuk ketika mereka tampil impresif dalam debut bersejarah di Liga Champions.

(Anggi Tondi)