Halal Connect 2026 Dorong UMK Bangka Belitung Naik Kelas dan Tembus Pasar

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar LPPOM Halal Connect 2026 dengan mengusung tagline Connecting the Halal Ecosystem. Istimewa

Halal Connect 2026 Dorong UMK Bangka Belitung Naik Kelas dan Tembus Pasar

Whisnu Mardiansyah • 9 September 2026 23:52

Pangkalpinang: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar LPPOM Halal Connect 2026 dengan mengusung tagline Connecting the Halal Ecosystem.

Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan dan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem halal di Bangka Belitung. Agenda ini juga diarahkan untuk memperluas akses pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil (UMK), terhadap sertifikasi halal, edukasi, pembiayaan, pasar, serta jejaring bisnis.

Selama dua hari pelaksanaan, Halal Connect 2026 mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, buyer, serta sejumlah mitra strategis.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan tiga agenda penguatan layanan halal, yakni peresmian gedung baru LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, peluncuran Halal Service Point (HSP), serta peluncuran Program Agen Halal.


Membangun Ekosistem Halal

LPPOM menempatkan Halal Connect 2026 sebagai bagian dari upaya membangun jejaring yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai unsur pendukung pengembangan bisnis.

Sertifikasi halal tidak hanya diarahkan sebagai pemenuhan kewajiban, tetapi juga didorong menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha dan peningkatan daya saing produk.

“Kami ingin mewujudkan UMKM Bangka Belitung yang halal, berdaya saing, dan siap menembus pasar, baik nasional maupun ekspor. Untuk itu, diperlukan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pertumbuhan mereka,” ujar Direktur LPPOM Bangka Belitung Muhammad Ihsan dalam rangkaian kegiatan LPPOM Halal Connect 2026, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati, mengatakan pengembangan ekosistem halal membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Pelaku usaha tidak hanya memerlukan sertifikasi, tetapi juga edukasi, pendampingan, pembiayaan, akses pasar, jejaring bisnis, inovasi, serta dukungan dari para pemangku kepentingan.
 


“LPPOM memandang bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu sektor saja. Sertifikasi halal merupakan salah satu bagian penting, tetapi pelaku usaha juga membutuhkan edukasi, pendampingan, akses pembiayaan, akses pasar, jejaring bisnis, inovasi, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Muti Arintawati.

Salah satu agenda utama dalam Halal Connect 2026 ialah peresmian gedung baru Kantor LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Peresmian dilakukan melalui prosesi gunting pita dan penandatanganan prasasti. Gedung baru tersebut menjadi bagian dari upaya LPPOM memperkuat berbagai layanan, mulai dari sertifikasi halal, edukasi, pendampingan, hingga kerja sama dengan pemangku kepentingan di daerah.

Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan dapat mendukung aktivitas LPPOM sekaligus menyediakan ruang yang lebih representatif untuk menjalankan pelayanan dan berbagai kegiatan pengembangan ekosistem halal.

Halal Connect 2026 juga menjadi momentum peluncuran Halal Service Center (HSC) di Kantor LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Halal Service Point (HSP) yang hadir melalui kolaborasi LPPOM dengan UPT PLUT Kabupaten Belitung.

Kedua fasilitas tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan layanan dan mendekatkan akses informasi halal kepada pelaku usaha di daerah.

HSP berfungsi sebagai salah satu titik layanan yang memberikan informasi, konsultasi, edukasi, serta pendampingan terkait proses sertifikasi halal. Layanan ini terutama diarahkan untuk membantu pelaku UMK memperoleh informasi dan akses pendampingan secara lebih mudah.

LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi LPPOM provinsi pertama yang menghadirkan HSP melalui kerja sama dengan PLUT. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan layanan halal dengan ekosistem pembinaan dan pengembangan UMK di daerah.

Kerja sama dengan UPT PLUT Kabupaten Belitung diharapkan dapat menjadikan HSP sebagai pintu awal bagi pelaku usaha yang membutuhkan informasi maupun akses layanan sertifikasi halal.

Kehadiran HSP sekaligus memperkuat semangat Connecting the Halal Ecosystem dengan mempertemukan layanan halal dan berbagai unsur yang mendukung pertumbuhan usaha.

Sementara itu, HSC yang berada di Kantor LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berfungsi sebagai pusat layanan halal. Fasilitas tersebut menyediakan konsultasi, informasi, edukasi, serta pendampingan sertifikasi halal secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Pelaku usaha maupun pihak yang ingin menjalin kerja sama dengan LPPOM dapat memanfaatkan HSC untuk memperoleh informasi dan berdiskusi langsung dengan tim LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan fungsi tersebut, HSC menjadi pusat layanan lanjutan bagi pelaku usaha yang membutuhkan konsultasi serta pendampingan lebih mendalam dalam proses sertifikasi halal.

Kehadiran HSC dan HSP secara bersamaan memperluas jaringan pelayanan LPPOM di Bangka Belitung. HSP memperluas jangkauan layanan di daerah, sedangkan HSC menjadi pusat pelayanan yang lebih terintegrasi di kantor LPPOM.

Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan halal yang lebih mudah dijangkau dan selaras dengan kebutuhan pelaku usaha.

Melalui Halal Connect 2026, LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong keterhubungan antara sertifikasi halal dan berbagai unsur pendukung usaha. Semangat tersebut tercermin dalam tagline Connecting the Halal Ecosystem yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan.

(Whisnu M)