Prabowo Restui Rencana Pelatnas Jangka Panjang untuk Pembinaan Atlet

Menpora Erick Thohir memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto saat acara pelepasan Kontingen Garuda oleh Presiden Prabowo Subianto untuk Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo Restui Rencana Pelatnas Jangka Panjang untuk Pembinaan Atlet

Achmad Zulfikar Fazli • 9 September 2026 20:47

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto merestui rencana pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang (multi-years). Prabowo memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir segera bersurat kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tentang kerangka aturan mengenai pelatnas multi-years.

“Tidak lagi pertahun, pertahun, pertahun. Nah, ini terobosan yang luar biasa. Contoh dari Wushu, sedang melakukan pelatnas, lalu anggaran berikutnya baru cair April. Padahal pelatnasnya ya terus, Januari, Februari, Maret, April," kata Menpora Erick Thohir di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.

Erick mengatakan dengan pelatnas jangka panjang, jalan pembinaan atlet bakal dilakukan secara berkelanjutan tanpa harus terhenti sementara waktu karena anggaran belum cair.

"Itu jangan sampai atlet harus pulang, dan lain-lain. Itu terobosan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, dan mudah-mudahan dukungan dari semua kementerian, terutama di kementerian (bidang) ke-ekonomian, dan juga nantinya Pak Menkeu itu sendiri," ujar Erick.

Presiden Prabowo Subianto. Foto- Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.jpg

Di Istana Negara hari ini, pembicaraan mengenai rencana pelatnas jangka panjang diikuti sejumlah pimpinan federasi olahraga, seperti Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia Yenny Wahid, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Sugiono, dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam kesempatan yang sama, Erick menjelaskan pandangan Presiden mengenai pelatnas jangka panjang tersebut. Paling penting, kata dia, dalam program ini anggarannya harus tersedia setiap tahun atau lintas tahun dan dilakukan secara transparan.

"Yang tahun depan, misalnya, dengan efisiensi masih tersisa bisa lintas tahun. Kalau kurang, Bapak Presiden mau nambahin . Hal yang penting, bagaimana mekanisme itu harus transparan dan juga tidak ada indikasi hal-hal yang memang menjadi kasus korupsi di kemudian (hari). Kami harus transparan semuanya dan kami harus lindungi atlet kita," kata Erick.

Wacana mengenai pelatnas jangka panjang pernah disampaikan Erick Thohir pada 1 Juli 2026. Erick meyakini pelatnas yang berkelanjutan sepanjang tahun akan berdampak positif secara mendasar untuk peningkatan prestasi, termasuk dalam mempersiapkan atlet pada momen multicabang olahraga, seperti Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada September 2026.

(Achmad Zulfikar Fazli)