Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia, Bisa Mencapai 20 Jam

Ilustrasi: Pexels

Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia, Bisa Mencapai 20 Jam

Riza Aslam Khaeron • 19 February 2026 13:38

Jakarta: Durasi puasa di berbagai belahan dunia ternyata tidak sama. Perbedaan letak geografis dan panjang siang hari membuat sebagian negara menjalani waktu puasa jauh lebih lama dibandingkan negara lain.

Di kawasan Eropa Utara, seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia, umat Muslim bisa berpuasa hingga sekitar 18–20 jam saat Ramadan jatuh pada musim panas.

Hal ini terjadi karena matahari terbit lebih awal dan terbenam sangat larut, bahkan di beberapa wilayah mendekati fenomena midnight sun.
 

Mengapa Jam Puasa Berbeda-beda?


Matahari tengah malam di Tanjung Utara di pulau Magerøya di Norwegia. (Yan Zhang/Wikimedia Commons)

Jam puasa berbeda-beda di setiap negara, terutama disebabkan oleh perbedaan geografi dan garis lintang.

Selama bulan Ramadan, umat Islam menahan diri dari makanan, minuman, dan menahan emosi dari fajar hingga matahari terbenam, dengan lamanya tergantung pada waktu terbit dan terbenamnya matahari di masing-masing tempat.

Dilansir dari Khaleej Times, jika suatu negara berada lebih ke utara, harinya akan lebih panjang, dan ini menyebabkan waktu puasanya juga lebih lama. Di sisi lain, tempat yang berada di selatan memiliki waktu puasa yang lebih singkat karena lamanya siang hari yang lebih pendek.

Warga di Uni Emirat Arab memprediksi bahwa puasa pertama Ramadan 2026 akan berdurasi sekitar 12 jam 46 menit, yang lebih pendek sekitar 30 menit dibandingkan dengan hari pertama tahun lalu yang berlangsung selama 13 jam 16 menit.
 
Baca Juga:
Kapan Harus Berhenti Makan Saat Sahur? Ini Penjelasannya
 

Negara dengan Jam Puasa Lebih Lama

Umat Muslim yang menetap di wilayah utara dunia akan menjalani durasi puasa yang jauh lebih panjang dibandingkan wilayah lainnya. Hal ini disebabkan oleh letak geografis negara-negara di garis lintang tinggi.

Mengutip dari Jordan News, negara di garis lintang tinggi, seperti Greenland, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Finlandia, terpapar sinar matahari dalam durasi yang sangat lama. Di negara-negara tersebut, periode menahan lapar dan haus diperkirakan akan berlangsung lebih dari 16 jam per hari.

Kondisi ekstrem bahkan ditemukan pada wilayah yang lebih dekat dengan kutub, seperti Islandia, Rusia Utara, dan Greenland. Menurut studi di Swedia, durasi puasa di beberapa daerah ini dapat mencapai sekitar 21 jam per hari. Fenomena siang hari yang sangat panjang juga terjadi di dataran tinggi Kanada bagian utara, yang berlangsung hingga 20 jam.

Secara spesifik, beberapa wilayah di Greenland diperkirakan mencatat durasi puasa terlama di dunia, yakni sekitar 21 jam 2 menit, akibat fenomena matahari yang hampir tidak terbenam sepenuhnya.

Dan untuk negara-negara di wilayah selatan, termasuk Chili, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, diprediksi akan mengawali durasi puasa selama 14 hingga 15 jam. Namun, durasi tersebut diperkirakan akan berangsur-angsur memendek seiring dengan berjalannya waktu di bulan Ramadan.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)