Badai Kristin Tewaskan Lima Orang di Portugal

Mobil rusak akibat runtuhan bangunan terkena Badai Kristin di Portugal. Foto: EPA

Badai Kristin Tewaskan Lima Orang di Portugal

Muhammad Reyhansyah • 29 January 2026 12:07

Lisbon: Sedikitnya lima orang tewas setelah Badai Kristin menerjang wilayah tengah dan utara Portugal, memicu banjir, tanah longsor, serta kerusakan luas pada infrastruktur. Pemerintah Portugal menggambarkan badai tersebut sebagai sebuah “peristiwa iklim ekstrem”.

Badai itu menyebabkan sekolah-sekolah ditutup, sejumlah bangunan rusak, dan aktivitas perjalanan terganggu parah. Di kota pesisir Figueira da Foz, sebuah bianglala terbalik, sementara beberapa kendaraan tertimpa puing setelah sebagian atap bangunan terlepas akibat angin kencang.

Portugal dalam beberapa hari terakhir dilanda rangkaian badai. Pada akhir pekan lalu, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mobilnya terseret banjir.

Mengutip BBC, Kamis, 29 Januari 2026, otoritas perlindungan sipil menyebut hujan lebat dan hembusan angin hingga 150 kilometer per jam memicu lebih dari 3.000 insiden terkait cuaca di seluruh negeri. Sejumlah warga dilaporkan tertimpa pohon tumbang atau puing bangunan.

Angin terkuat tercatat di Pangkalan Udara Monte Real, Leiria, dengan kecepatan mencapai 178 kilometer per jam sebelum peralatan pemantau rusak. Pejabat setempat menyebut lokasi tersebut kemungkinan menjadi titik masuk badai ke daratan utama Portugal.

Menurut perusahaan distribusi listrik E-Redes, lebih dari 850.000 orang mengalami pemadaman listrik pada Rabu. Badan Perlindungan Sipil Portugal (ANEPC) melaporkan tiga korban jiwa berada di distrik Leiria, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Di Leiria, seorang warga tertimpa lembaran logam, sementara korban lainnya terjebak di dalam struktur bangunan rumah, menurut keterangan pejabat setempat. Media lokal juga melaporkan seorang pria di Vila Franca de Xira meninggal setelah mobilnya tertimpa pohon. Selain itu, satu korban jiwa dilaporkan di wilayah Marinha Grande.

Transportasi di seluruh Portugal mengalami gangguan serius, dengan sejumlah ruas jalan termasuk jalan tol utama yang menghubungkan Lisbon ke wilayah utara serta jalur kereta api tertutup puing.

Krisis Cuaca Ekstrem

Sebanyak sepuluh wilayah pesisir ditempatkan dalam status peringatan cuaca merah pada Rabu akibat kondisi laut yang berbahaya. Institut Laut dan Atmosfer Portugal (IPMA) memperkirakan tinggi gelombang dapat mencapai hingga 14 meter.

Polisi Keamanan Publik (PSP) mengimbau warga di Coimbra dan Leiria untuk tetap berada di dalam rumah. Sementara itu, Sekretaris Negara untuk Perlindungan Sipil Portugal menyatakan negara tersebut masih berada dalam status siaga maksimum.

Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia mengatakan otoritas terkait tengah menilai tingkat kerusakan dan akan mengambil “langkah apa pun yang diperlukan”.

Di sisi lain, Wali Kota Leiria, Goncalo Lopes, mendesak pemerintah untuk menetapkan status keadaan darurat.

“Kami melihat ruang-ruang publik porak-poranda,” katanya kepada wartawan. “Ini akan membutuhkan upaya pemulihan yang sangat besar dalam beberapa bulan ke depan. Dampaknya mirip seperti ledakan bom di kota kami, dengan kehancuran yang masif.”

Badai Bergerak ke Spanyol

Setelah melintasi Portugal, Badai Kristin bergerak ke arah timur menuju Spanyol, membawa salju, hujan, dan angin kencang. Badai tersebut memicu gangguan luas, dengan sekolah, jalan, dan jalur kereta ditutup, serta ratusan ribu warga mengalami pemadaman listrik.

Di wilayah Andalusia, layanan darurat melaporkan sekitar 2.000 insiden terkait cuaca ekstrem. Badan meteorologi nasional Spanyol, AEMET, memperingatkan potensi angin sangat kencang di sejumlah wilayah, dengan hembusan yang diperkirakan mencapai kekuatan badai.

Peringatan cuaca merah juga telah dikeluarkan untuk beberapa bagian Almeria di tenggara Spanyol akibat kekuatan angin yang ekstrem.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)