15 Tahun IKAHAN: Simbol Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Australia

Indonesia dan Australia melakukan latihan militer gabungan. (Kedutaan Besar Australia)

15 Tahun IKAHAN: Simbol Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Australia

Muhammad Reyhansyah • 27 January 2026 15:57

Jakarta: Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia–Australia (IKAHAN) tahun ini memperingati 15 tahun berdirinya organisasi tersebut. Peringatan ini dinilai mencerminkan komitmen jangka panjang Indonesia dan Australia dalam membangun hubungan pertahanan yang kuat, erat, dan berkelanjutan.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengatakan kerja sama pertahanan kedua negara terus menunjukkan penguatan yang konsisten dari waktu ke waktu. Menurutnya, IKAHAN memiliki peran strategis dalam memperdalam hubungan antar masyarakat (people-to-people relations) yang menjadi fondasi utama kemitraan pertahanan kedua negara.

“Kerja sama pertahanan antara Australia dan Indonesia terus menguat, menunjukkan komitmen kita terhadap satu sama lain dan terwujudnya kawasan yang damai, stabil, dan makmur. IKAHAN telah memainkan peran kunci dalam memperdalam hubungan antar masyarakat yang menjadi dasar kerja sama ini,” ujar Brazier dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia, Selasa, 27 Januari 2026.

Australia dan Indonesia telah menjalin hubungan pertahanan yang erat selama lebih dari 75 tahun. Pada 1947, setelah Indonesia menunjuk Australia sebagai perwakilannya di Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk perundingan kemerdekaan, para pengamat militer Australia disambut secara positif di Indonesia.

Memasuki awal 1960-an, kerja sama pertahanan kedua negara semakin berkembang ketika perwira Angkatan Pertahanan Australia mulai mengikuti pendidikan dan pelatihan militer di Indonesia. Sebaliknya, perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia juga menjalani pendidikan dan pelatihan di Australia. Sejak saat itu, ribuan perwira dari kedua negara telah bekerja, belajar, dan berlatih bersama dalam berbagai program pertukaran dan kerja sama militer.

Salah satu pendiri IKAHAN dari Indonesia, Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono, menilai organisasi tersebut sebagai contoh nyata pentingnya investasi jangka panjang dalam hubungan antar masyarakat, khususnya di sektor pertahanan.

“IKAHAN adalah contoh luar biasa dari nilai dan pentingnya investasi dalam hubungan antar masyarakat, terutama untuk negara tetangga yang begitu dekat seperti Indonesia dan Australia. Selamat atas lima belas tahun berdirinya IKAHAN,” kata Agus Suhartono.

Pandangan serupa disampaikan salah satu pendiri IKAHAN dari Australia, The Hon. Gen (Purn.) David Hurley. Ia menyebut IKAHAN telah berperan sebagai jembatan komunikasi dan kerja sama strategis lintas tingkatan di antara komunitas pertahanan kedua negara.

“Sejak didirikan, IKAHAN telah menjadi jembatan komunikasi dan kerja sama strategis di semua tingkatan, mulai dari kadet hingga pemimpin pertahanan senior dari kedua negara. Ini adalah cerminan sejati dari penghargaan dan rasa hormat yang tinggi yang kita miliki satu sama lain,” ujar Hurley.

Hubungan pertahanan Indonesia dan Australia juga terus diperkuat melalui pengumuman Perjanjian Keamanan Bersama Australia–Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Kesepakatan tersebut dibangun di atas Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia–Indonesia tahun 2024 serta Perjanjian Lombok tahun 2006.

IKAHAN sendiri didirikan pada 2011 sebagai asosiasi alumni pertahanan formal. Organisasi ini menjadi ikatan alumni pertahanan pertama di Indonesia dan saat ini memiliki lebih dari 5.000 anggota yang berasal dari berbagai pangkat dan matra angkatan bersenjata kedua negara.

Baca juga: Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Bahas Isu Terorisme hingga Keamanan Siber

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)