Menkes Tegaskan Siap Maju Calon Dirjen WHO Sesuai Penugasan Presiden

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Menkes Tegaskan Siap Maju Calon Dirjen WHO Sesuai Penugasan Presiden

Kautsar Widya Prabowo • 31 August 2026 16:07

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons ihwal dirinya yang diajukan sebagai calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Budi menegaskan siap menjalankan tugas tersebut bila diperintahkan Presiden Prabowo Subianto.

"Ya saya kalau ditugaskan oleh Bapak Presiden, ya harus kita lakukan," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
 


Budi menjelaskan, Presiden Prabowo menilai Indonesia sebagai negara besar sudah selayaknya memiliki peluang untuk menempatkan putra-putri terbaiknya sebagai pimpinan lembaga internasional. Terlebih, selama ini belum ada warga negara Indonesia yang menduduki posisi puncak di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Itu kan amanah dari Bapak Presiden, yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB. Jadi beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya diminta agar cobalah maju," ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa pencalonannya membawa misi untuk memperjuangkan aspirasi negara-negara berkembang (Global South). Hal ini dimaksudkan agar suara mereka lebih didengar dalam pengambilan kebijakan kesehatan global.

"Kebetulan pada kesempatan ini banyak sekali negara-negara yang merasa bahwa perwakilan atau suara dari negara-negara berkembang atau Global South ini harus lebih didengar," kata Budi.

Ia menilai dorongan tersebut amat penting mengingat mayoritas populasi dunia berada di negara-negara berkembang yang masih menghadapi tantangan pembangunan dan fasilitas kesehatan cukup berat.

"Karena mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin. Sehingga perlu lah ada wakil dari negara-negara Global South atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga-lembaga dunia seperti ini," jelas Budi.

Budi menambahkan, pengaruh diplomatik Presiden Prabowo di kancah internasional diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam mengawal isu-isu kesehatan negara berkembang.

"Dan Bapak Presiden kan sangat besar influence-nya atau pengaruhnya di sana, jadi beliau menitipkan amanah ke saya kalau bisa wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global," ujar Budi.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Mengenai peluang keterpilihannya, Budi menyebutkan bahwa mekanisme pemilihan Dirjen WHO masih membutuhkan waktu panjang dan harus melewati dua tahapan seleksi utama. Tahap pertama akan berlangsung pada Januari mendatang oleh Executive Board WHO untuk menentukan tiga kandidat final.

"Prosesnya masih lama, ada dua tahapan. Januari akan dipilih menjadi tiga oleh Executive Board WHO," tutur Budi.

Tahap akhir pemilihan direncanakan berlangsung pada Mei 2027. Seluruh negara anggota WHO akan menyalurkan hak suaranya untuk menentukan pimpinan baru organisasi tersebut.

"Kemudian nanti bulan Mei baru dilakukan pemilihan karena satu negara satu suara," ucap Budi.

(Fachri Audhia Hafiez)