Indonesia Berpotensi Ciptakan 13 Juta Pekerjaan Hijau Baru

Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini (kiri) dalam Green Jobs Ecosystem Forum 2026. Foto: dok Inovasi Muda.

Indonesia Berpotensi Ciptakan 13 Juta Pekerjaan Hijau Baru

Husen Miftahudin • 2 September 2026 00:10

Jakarta: Indonesia memiliki potensi menciptakan sekitar 813 juta pekerjaan hijau baru seiring dengan transformasi menuju ekonomi rendah karbon dan berkelanjutan. Potensi tersebut terungkap dalam Indonesia Green Jobs Report 2026 yang diluncurkan Inovasi Muda dalam Green Jobs Ecosystem Forum 2026.

Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Sustainability 360 Forum tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, serta generasi muda.

Mengusung tema "Educating the Green Workforce for a Sustainable Economy", forum membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja seiring dengan pertumbuhan ekonomi hijau.

Indonesia Green Jobs Report 2026 mengidentifikasi sedikitnya 191 okupasi yang berkaitan dengan green jobs. Okupasi tersebut mencakup sektor energi, industri, ekonomi sirkular, pengelolaan sumber daya alam, hingga berbagai fungsi pendukung.

Laporan tersebut juga memetakan peluang dan tantangan pengembangan green jobs di Indonesia. Salah satu tantangan utama ialah kesenjangan antara pengetahuan mengenai keberlanjutan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Kesenjangan tersebut mencakup aspek sertifikasi, pengalaman kerja, kompetensi teknis, hingga akses terhadap peluang pekerjaan hijau.

Pemahaman mengenai keberlanjutan mulai berkembang di lingkungan pendidikan. Namun, penguatan kapasitas tenaga kerja masih diperlukan agar lulusan dan pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri hijau.

Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini mengatakan pengembangan green jobs membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, pertumbuhan green jobs perlu diikuti dengan kesiapan ekosistem yang mampu menghubungkan pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, kebijakan, dan akses kerja.

"Melalui Green Jobs Ecosystem Forum, kami ingin mempertemukan berbagai pihak agar peluang ekonomi hijau juga dapat diterjemahkan menjadi peluang kerja yang nyata bagi generasi muda Indonesia," ujar Restu dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
 
Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 Hadirkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mendorong Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia

(Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 membahas kolaborasi lintas sektor untuk mendorong transformasi ekonomi hijau Indonesia. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

Perkuat pendidikan vokasi dan sertifikasi


Green Jobs Ecosystem Forum 2026 juga membahas penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan industri, penguatan pendidikan vokasi, pengembangan sertifikasi kompetensi, serta perluasan kesempatan belajar dan bekerja di sektor-sektor hijau.

Pengembangan talenta dinilai perlu mencakup hard skills, soft skills, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Melalui forum tersebut, Inovasi Muda mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, institusi pendidikan, lembaga sertifikasi, mitra pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem green jobs yang lebih terintegrasi sehingga pertumbuhan ekonomi hijau dapat diikuti peningkatan kesiapan tenaga kerja.

Dengan menghubungkan kebutuhan industri, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan talenta, penguatan ekosistem green jobs diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang adaptif dan kompeten sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dalam transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

(Husen Miftahudin)