Banjir menerjang empat desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong akibat luapan siar sungai yang dipicu hujan lebat mengguyur wilayah tersebut, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong)
Banjir Parigi Moutong, BPBD: 157 KK Terdampak
Lukman Diah Sari • 28 August 2026 22:48
Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 157 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di empat desa yang berada di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
"Banjir terjadi akibat luapan air sungai yang dipicu oleh hujan lebat mengguyur wilayah tersebut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh. Rivai, saat dihubungi dari Palu, Jumat, 28 Agustus 2026, melansir Antara.
-
Desa Laemanta: 34 KK terdampak.
-
Desa Laemanta Utara: 50 KK terdampak.
-
Desa Labuan Donggulu: 73 KK terdampak (sejumlah rumah dilaporkan mengalami rusak ringan).
-
Desa Peningka: Nihil warga terdampak, banjir merusak infrastruktur jembatan penghubung.
Dampak Akses Transportasi dan Penanganan
Kerusakan jembatan di Desa Peningka membuat akses kendaraan yang melintasi jalur Trans Sulawesi dibatasi. Kondisi jembatan saat ini tidak memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan dengan muatan berat, sehingga memicu antrean panjang kendaraan."Hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di lapangan, banjir sudah surut dan tidak ada warga yang mengungsi. Warga lebih memilih bertahan di rumah, situasi terkini kendaraan masih mengantre di jalur Trans Sulawesi di Kasimbar," ujar Rivai.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai (kanan) meninjau lokasi banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Rabu, 26 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong
Hingga Jumat malam, petugas gabungan juga masih berkejaran dengan waktu untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan akibat enam titik longsor di jalur Trans Sulawesi. Proses pembersihan material lumpur ini dibantu oleh alat berat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah bersama jajaran TNI dan Polri.
Selain itu, normalisasi sungai serta pembersihan drainase yang tersumbat lumpur dan potongan kayu menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini, Pemkab Parigi Moutong tengah mengupayakan pengerahan alat berat jenis ekskavator guna mempercepat penanganan lanjutan.
"Saat ini penanganan banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, juga sedang berjalan. Kami berkomitmen menyelesaikan penanganan dampak bencana hidrometeorologi bersama relawan dan para pihak lainnya," pungkasnya.