Pesan Terakhir Pramugari ATR 42-500 kepada Ibunda dari Yogyakarta

Foto Pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, Esther Aprilita Sianipar.

Pesan Terakhir Pramugari ATR 42-500 kepada Ibunda dari Yogyakarta

19 January 2026 11:21

Bogor: Pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, Esther Aprilita Sianipar, menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keluarga terakhir kali menerima kabar dari Esther pada Jumat malam, 16 Januari 2026.

Ibunda Esther, J Siburian, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan putri pertamanya melalui pesan singkat. Saat itu, Esther mengabarkan sedang berada di Yogyakarta.

“Kami masih chat, dia bilang di Jogja. Biasanya kalau begitu, besoknya dia komunikasi lagi, ‘aku di sini mah’,” ungkap J Siburian saat ditemui wartawan di kediamannya di Bogor, Senin, 19 Januari 2026.

Meski informasi mengenai kondisi korban belum diterima secara pasti, keluarga masih menyimpan harapan besar.

“Harapannya mukjizat Tuhan masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat Tuhan masih ada,” ujar dia.

Siburian mengatakan hingga kini keluarga memperoleh perkembangan pencarian korban melalui siaran televisi dan informasi langsung dari petugas.

“Dari tim DVI sudah datang tadi pagi sekitar jam 11, meminta identifikasi DNA yang bisa mempercepat proses identifikasi Esther,” jelasnya.

Serpihan Pesawat ATR 400 ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung. Dokumentasi/Istimewa

Keluarga berharap proses pencarian dan identifikasi korban dapat berjalan cepat sehingga kepastian mengenai kondisi Esther segera diperoleh.

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (AT) yang terbang dari Yogyakarta ke Makassar tersebut hilang kontak saat berada di sekitar Kawasan Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut hilang kontak pada pukul 13.17 Wita, Minggu, 18 Januari 2026.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian pesawat tersebut. Mereka telah menemukan serpihan dan badan pesawat, serta satu korban, yang belum bisa dievakuasi karena kondisi cuaca. (MGN/Zakaria)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)