34 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Muara Enim Paling Banyak

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water bombing). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

34 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Muara Enim Paling Banyak

Silvana Febiari • 2 June 2026 13:50

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 34 titik panas (hotspot) terdeteksi hingga pukul 05.30 WIB, Selasa 2 Juni 2026. Sebaran titik panas masih didominasi oleh Kabupaten Muara Enim dengan 14 titik.

“Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak hari ini,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, dilansir dari Antara. 

Setelah Muara Enim, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan sebanyak tujuh titik, serta Kabupaten Musi Rawas Utara sebanyak empat titik. Kemudian, Kabupaten Musi Banyuasin tercatat tiga titik, Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Empat Lawang, dan Musi Rawas masing-masing dua titik. 
 


Selanjutnya Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, serta Kota Prabumulih. Masing-masing tercatat satu titik panas.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hari kondisi cuaca di Sumatra Selatan umumnya cerah hingga cerah berawan. Sementara pada siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan di sejumlah wilayah.


Ilustrasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (metrotvnews.com)

Wilayah yang berpotensi hujan antara lain Ogan Komering Ilir, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Selatan.

BPBD Sumsel mengingatkan sebagian besar wilayah saat ini berada pada kategori sangat mudah terbakar. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

(Silvana Febiari)