Indonesia dan India Jajaki Integrasi QRIS untuk Permudah Transaksi Lintas Negara

Pertemuan Menlu Sugiono dengan Menlu India Dr. Subrahmanyam Jaishankar. Foto: Kemlu RI

Indonesia dan India Jajaki Integrasi QRIS untuk Permudah Transaksi Lintas Negara

Fajar Nugraha • 9 June 2026 12:41

New Delhi: Indonesia dan India mulai memperkuat kerja sama di sektor keuangan digital melalui rencana integrasi sistem pembayaran QRIS dan Unified Payments Interface (UPI).

Langkah ini dibahas dalam Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 yang mempertemukan Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, di New Delhi, Minggu, 7 Juni 2026.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi lintas negara bagi wisatawan, pelaku usaha, hingga masyarakat yang melakukan aktivitas ekonomi antara Indonesia dan India. Integrasi pembayaran digital juga dinilai mampu mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi kedua negara.

Selain konektivitas pembayaran, kedua negara membahas berbagai upaya untuk memperkuat hubungan ekonomi, termasuk percepatan perundingan preferential trade agreement (PTA). Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di kedua negara.

"Kemitraan Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan," ujar Sugiono dalam pertemuan tersebut.

Indonesia dan India merupakan mitra ekonomi penting di kawasan Indo-Pasifik. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 tercatat mencapai USD23,16 miliar dan terus menunjukkan potensi pertumbuhan di berbagai sektor strategis.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas kerja sama di bidang industri strategis, ketahanan pangan, kesehatan, serta energi. Penguatan konektivitas maritim, termasuk potensi pengembangan Pelabuhan Sabang, turut menjadi bagian dari agenda pembahasan.

Pertemuan JCM ke-8 sekaligus menjadi langkah persiapan menjelang kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Kedua negara berharap sejumlah inisiatif yang dibahas dapat segera diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)