AS Akan Batalkan Kesepakatan Pengerahan Rudal Tomahawk ke Jerman

Rudal Tomahawk milik Amerika Serikat. Foto: Anadolu

AS Akan Batalkan Kesepakatan Pengerahan Rudal Tomahawk ke Jerman

Fajar Nugraha • 5 June 2026 17:33

Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan membatalkan rencana pengerahan rudal jelajah Tomahawk ke Jerman.

Harian Politico melaporkan pada Kamis, 4 Juni, bahwa langkah pembatalan ini sebagian dipicu oleh kekhawatiran Washington bahwa Moskow akan menganggap manuver tersebut sebagai sebuah bentuk provokasi.

Merujuk keterangan dari sejumlah pejabat AS dan Eropa, Politico menyebutkan bahwa keputusan untuk menangguhkan pengerahan yang semula disepakati pada tahun 2024 ini mencerminkan kekhawatiran strategis yang lebih luas, dan bukan sekadar akibat ketegangan bilateral terbaru antara Washington dan Berlin.

Pejabat pemerintah AS khawatir bahwa pihak Moskow akan meluncurkan aksi balasan jika pemerintahan Trump tetap nekat melanjutkan upaya penempatan rudal presisi di wilayah tengah benua Eropa tersebut.

Di samping itu, para pejabat Amerika juga mencemaskan kondisi persediaan rudal domestik mereka yang kian menipis akibat terkuras habis dalam perang yang sedang berlangsung melawan Iran.

Pemerintahan Trump sendiri pertama kali mengungkapkan bulan lalu bahwa pihaknya telah menangguhkan rencana penempatan rudal jarak jauh tersebut.

Keputusan ini mencuat ke publik pascaperselisihan terbuka antara Presiden Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait konflik Iran, di mana Merz secara terbuka mengkritik Trump karena dinilai tidak memiliki strategi yang jelas untuk menyelesaikan perang tersebut.

Menyusul perselisihan tersebut, Trump kemudian mengumumkan penarikan 5.000 personel tentara AS dari wilayah Jerman. Pihak Pentagon belakangan turut mengonfirmasi bahwa batalyon artileri jarak jauh, yang oleh pemerintahan AS sebelumnya dijadwalkan untuk dikirim pada akhir tahun ini, dipastikan tidak akan dilanjutkan.

Sebagai informasi, rencana awal untuk menempatkan rudal Tomahawk milik AS di Jerman pertama kali diumumkan pada musim panas tahun 2024. Kebijakan tersebut lahir dari kesepakatan antara Kanselir Jerman saat itu Olaf Scholz dan Presiden AS saat itu Joe Biden.

Proyeksi awalnya adalah mengerahkan rudal jelajah konvensional Tomahawk yang mampu menghantam target sejauh lebih dari 1.600 kilometer, guna mengimbangi penempatan rudal Iskander milik Rusia di Kaliningrad yang dapat menjangkau ibu kota negara-negara Eropa Barat hanya dalam hitungan menit.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)