Ilustrasi cuaca panas ekstrem. (Freepik)
PBB Peringatkan El Nino, Cuaca Ekstrem Diprediksi Meningkat di Banyak Wilayah
Willy Haryono • 2 June 2026 20:40
Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak seluruh negara memperkuat sistem peringatan dini setelah mengonfirmasi dimulainya fenomena El Nino yang diperkirakan memicu suhu di atas normal dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan terdapat peluang 80 persen El Nino berkembang pada periode Juni hingga Agustus 2026 dan meningkat menjadi 90 persen setelah periode tersebut.
“Pembaruan ini penting karena El Nino merupakan pendorong utama pola cuaca dan iklim global,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam keterangan yang dimuat di laman UN News, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut WMO, dampak El Nino tidak hanya dirasakan di Samudra Pasifik, tetapi juga dapat memengaruhi sektor pertanian, energi, perdagangan, sumber daya air, rantai pasok, dan mata pencaharian di berbagai kawasan.
Suhu permukaan Samudra Pasifik tropis tercatat sekitar 6 derajat Celsius di atas rata-rata, memicu kekhawatiran bahwa El Nino kali ini dapat memperparah dampak cuaca ekstrem di banyak negara.
WMO mencatat El Nino periode 2023–2024 menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah dan turut berkontribusi terhadap rekor suhu global pada 2024.
Meski demikian, WMO menegaskan belum ada bukti bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi atau intensitas El Nino.
Namun, pemanasan global disebut dapat memperkuat dampaknya karena suhu laut dan atmosfer yang lebih hangat menyediakan lebih banyak energi dan kelembapan bagi cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan hujan deras.
Sistem Peringatan Dini
“Kami memahami El Nino dan dapat mempersiapkan diri jauh lebih baik berkat ilmu pengetahuan dan investasi banyak negara,” ujar Saulo.Ia menambahkan peristiwa cuaca ekstrem saat ini membutuhkan investasi yang semakin besar untuk mengurangi dampaknya.
Dalam beberapa bulan ke depan, WMO bersama badan meteorologi berbagai negara akan terus memantau perkembangan kondisi iklim untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah dan lembaga kemanusiaan.
Menurut WMO, prakiraan cuaca musiman dan sistem peringatan dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa serta mengurangi dampak ekonomi dan sosial.
El Nino dan La Nina merupakan dua fase berlawanan dari fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO), salah satu pola iklim alami paling kuat di Bumi.
El Nino ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuator yang biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung selama sekitar sembilan hingga 12 bulan.
Baca juga: Hadapi El Nino, Kementan Optimistis Produksi Beras Terjaga