Update Gempa Sulteng: Satu Orang Meninggal, Dua Kantor Pemerintah Terdampak

Bangunan kafe di Palu, Sulawesi Selatan, rusak akibat gempa. (MI/M Taufan SP Bustan)

Update Gempa Sulteng: Satu Orang Meninggal, Dua Kantor Pemerintah Terdampak

Silvana Febiari • 17 August 2026 12:20

Parigi Moutong: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau perkembangan dampak gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada pukul 23.25.19 WIB, Sabtu, 15 Agustus 2026. 

Berdasarkan laporan sementara, satu orang meninggal dunia diduga akibat serangan jantung. Selain itu, dua kantor pemerintahan dilaporkan terdampak, sementara tingkat kerusakannya masih dalam proses pendataan.

"Hingga Minggu (16 Agustus) pukul 09.30 WIB, pendataan kerusakan dan dampak gempa masih terus dilakukan. Perkembangan informasi akan dimutakhirkan berdasarkan hasil asesmen dan laporan dari petugas di lapangan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.


Sebelumnya, gempa berpusat pada koordinat 0,25° Lintang Utara dan 120,22° Bujur Timur dengan kedalaman 44 kilometer. Pusat gempa berada 74 kilometer barat daya Parigi Moutong, 86 kilometer timur laut Donggala, 91 kilometer barat daya Tolitoli, dan 133 kilometer timur laut Palu. 

"Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," tutur Berton. 

Di Kabupaten Parigi Moutong, guncangan dirasakan cukup kuat selama kurang lebih 10 detik. Sementara di Kota Palu, gempa dirasakan selama sekitar 10 hingga 20 detik. Sebagian masyarakat yang merasakan guncangan berhamburan keluar rumah.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan asesmen di lapangan. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan monitoring untuk mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan pasca-gempa.


Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. (ANTARA/Shutterstock/McCarony)


BNPB mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengetahui jalur evakuasi serta memastikan kondisi bangunan dan lingkungan tempat tinggal tetap aman.

Jika terjadi guncangan, masyarakat diminta segera berlindung di tempat yang aman dan melindungi kepala serta tubuh dari benda yang berpotensi jatuh. Setelah guncangan berakhir, warga dapat menuju ruang terbuka dengan tetap memperhatikan kondisi di sekitar.

(Silvana Febiari)