Bitcoin Tertahan di USD63 Ribu di Tengah Tekanan Jual

Bitcoin. Foto: dok Metrotvnews.com

Bitcoin Tertahan di USD63 Ribu di Tengah Tekanan Jual

Husen Miftahudin • 16 August 2026 10:50

New York: Harga bitcoin bertahan di kisaran USD63 ribu, cenderung datar dalam 24 jam terakhir karena tekanan jual, ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat (AS), dan pelemahan indikator teknikal menahan penguatan aset kripto tersebut.

Mengutip Investing.com, Minggu, 16 Agustus 2026, bitcoin yang saat ini sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, naik 0,2 persen menjadi USD63.092,8.

Pergerakan tersebut berbeda dengan pasar saham AS yang menguat ke level tertinggi. Kondisi ini menunjukkan masih adanya tekanan khusus di pasar kripto.

Tekanan jual turut datang dari Strategy, salah satu pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia. Berdasarkan laporan Blockonomi, perusahaan tersebut menjual 1.690 bitcoin dengan nilai sekitar USD108,6 juta.

Penjualan tersebut menambah pasokan bitcoin di pasar ketika aset kripto tersebut masih berupaya mempertahankan momentum penguatannya.
 

 

Investor tunggu kepastian regulasi AS


Sentimen pasar kripto juga mendapat tekanan setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menunda pengecualian inovasi yang sebelumnya direncanakan untuk proyek tokenisasi. Penundaan tersebut memperpanjang ketidakpastian mengenai waktu pemberian keringanan regulasi bagi produk keuangan berbasis blockchain.

Di sisi lain, perkembangan regulasi masih memberikan sentimen positif terhadap adopsi aset digital dalam jangka panjang. Kantor Pengawas Mata Uang AS atau Office of the Comptroller of the Currency (OCC) memberikan persetujuan bersyarat awal kepada World Liberty Trust Company untuk beroperasi sebagai bank kepercayaan nasional.

Perusahaan yang terkait dengan World Liberty Financial tersebut berencana mengambil alih penerbitan dan penyimpanan stablecoin USD1 dari BitGo. Pelaksanaan rencana tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan sebelum operasional.

Persetujuan itu kembali mendapat kritik dari sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat yang menyoroti kepentingan Presiden AS Donald Trump di industri kripto.

Dari sisi teknikal, analis memantau level USD63.220 sebagai salah satu titik penting bagi pergerakan bitcoin dalam sepekan. Penutupan harga di bawah level tersebut berpotensi mengubah area yang sebelumnya menjadi support menjadi resistance. Kondisi itu dapat meningkatkan tekanan terhadap harga bitcoin.

Pelaku pasar juga menantikan data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan dirilis pada 26 Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar dalam membaca arah kebijakan suku bunga dan selera risiko.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
 

Harga aset kripto bervariasi


Pergerakan sejumlah aset kripto lainnya cenderung bervariasi pada Sabtu. Berikut daftar lengkapnya:
  • Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,2 persen menjadi USD1.884,35.
  • XRP turun 0,4 persen menjadi USD1,0027. Solana menguat 0,7 persen.
  • BNB naik 0,3 persen menjadi USD610,30.
  • Cardano menjadi salah satu aset yang melemah dengan penurunan 1,1 persen menjadi USD0,1777.
  • Di kelompok meme coin, Dogecoin naik tipis 0,1 persen.

(Husen Miftahudin)