Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Kapolri Fokus Penangan Medis dan Logistik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meninjau posko pengungsi terdampak gempa M 7,7 di Manggarai, NTT, Selasa, 18 Agustus 2026. (tangkapan layar)

Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Kapolri Fokus Penangan Medis dan Logistik

Lukman Diah Sari • 18 August 2026 13:47

Manggarai Kapolri Jenderal Listyo Sigit meninjau langsung posko pengungsian korban gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri fokus pada evaluasi penanganan medis serta kelancaran distribusi logistik.

"Setiap pasien yang dirawat tentunya akan kita tanyakan. Memang ada beberapa rumah sakit yang saat ini (rusak) karena kemarin terdampak, juga ada yang mengalami kerusakan dan perlu ada perbaikan," kata Listyo di Manggarai, Selasa, 18 Agustus 2026.

Terkait hal tersebut, Listyo menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan evakuasi medis darurat. Pasien dengan tingkat kedaruratan tertentu akan dirujuk jika rumah sakit tujuan sudah siap. Meski demikian, ia memastikan tim dokter di posko pengungsian masih mampu menangani kondisi darurat saat ini.

"Namun demikian, apabila segera harus dirujuk ke rumah sakit terdekat, tentunya kami juga mempersiapkan evakuasi sehingga seluruh pasien yang ada di sini betul-betul bisa terlayani dengan baik. Kita lihat ada satu yang baru akan melahirkan, mudah-mudahan ini juga tertangani dengan baik oleh dokter-dokter kita," ujar Kapolri.

Selain layanan kesehatan, percepatan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi juga menjadi perhatian utama. Kapolri menginstruksikan jajarannya untuk terus melakukan evaluasi agar distribusi bantuan tepat sasaran.

"Tentunya posko akan melaksanakan evaluasi setiap hari untuk kemudian berdasarkan hasil temuan di lapangan, dievaluasi dan dilakukan perbaikan. Seperti distribusi bantuan baik itu tenda, obat-obatan, logistik, kemudian sarana prasarana yang dibutuhkan seperti pakaian, tempat tidur, matras, termasuk genset dan alat-alat lain yang dibutuhkan masyarakat ini terus berjalan," ungkapnya.


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meninjau posko pengungsi terdampak gempa M 7,7 di Manggarai, NTT, Selasa, 18 Agustus 2026. (tangkapan layar)

Di sisi lain, Listyo juga menyampaikan permohonan maaf atas adanya kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan distribusi sejumlah bantuan. Ia menyebut bahwa kerusakan jalur akses menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh tim di lapangan.

"Yang jelas memang kita minta maaf bahwa mungkin di kondisi yang ada ini memang ada proses yang agak terlambat, karena memang terkait dengan masalah jalur, kemudian juga barang-barang yang baru saja tiba. Namun demikian, mudah-mudahan apa yang menjadi harapan dan keluhan dari masyarakat yang mengungsi, termasuk apa saja yang dibutuhkan, segera bisa dipenuhi," jelas Kapolri.

(Lukman Diah Sari)