Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka Turun ke Level 6.408
Eko Nordiansyah • 19 August 2026 09:28
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 19 Agustus 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 6.408,177.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG bergerak melemah sebanyak 41,476 poin setara 0,64 persen ke level 6.408,354. IHSG berada di level tertinggi 6.420 dan terendah di 6.373.
Sebanyak 221 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 281 saham emiten lainnya melemah, dan 204 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,327 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 7,005 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.286,619 triliun.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
IHSG diperkirakan masih menguat
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 18 Agustus 2026, IHSG ditutup menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke level 6.449,83. Penguatan IHSG didorong aksi beli pelaku pasar pada saham-saham seperti BYAN, BRMS, EMAS, PGUN, TOWR, dan EXCL.Kemudian, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan realisasi investasi selama 2027 sebesar Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dari target 2026 di level Rp2.041 triliun.
Di saat yang sama, Bank Indonesia memperluas penggunaan Kartu Kredit Indonesia agar dapat digunakan oleh konsumen dan pelaku usaha, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones turun 0,22 persen, S&P 500 melemah 0,69 persen, dan Nasdaq merosot 1,33 persen. Imbal hasil obligasi jangka panjang sedikit menurun dari level tertingginya, tetapi masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap inflasi dan meningkatnya penerbitan obligasi oleh perusahaan-perusahaan AI, yang membuat investor lebih waspada terhadap kenaikan term premium. Kekhawatiran inflasi juga meningkat akibat kenaikan harga energi setelah AS memberikan sinyal akan memperpanjang blokade terhadap ekspor kapal tanker Iran.
Di tengah kondisi tersebut, saham-saham perusahaan chip yang berkaitan dengan AI mengalami tekanan cukup besar, dengan Nvidia (turun 2,3 persen), Broadcom (turun 3,2 persen), Micron (turun 7 persen), AMD (turun 4,3 persen), Intel (turun 6,6 persen), dan Sandisk (turun 9 persen).
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung menguat seiring tren penguatan nilai tukar Rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.