Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR 2026. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen.
Presiden Prabowo Komitmen Atasi Masalah Kekurangan Dokter di Daerah
Silvana Febiari • 14 August 2026 12:55
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter umum dan dokter spesialis di berbagai daerah. Persoalan tersebut perlu segera diselesaikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
"Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama DPR/DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia mengatakan hampir seluruh puskesmas di Indonesia belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Hal itu menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pelayanan kesehatan, terutama di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan kekurangan dokter di daerah. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 474 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum. Kemudian, 505 kabupaten/kota masih membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi.
Sementara itu, sebanyak 481 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis. Kebutuhan tersebut terjadi di wilayah yang jauh dari ibu kota provinsi, termasuk banyak daerah di kawasan Indonesia timur.
Buka Fakultas dan Program Spesialis
Guna mengejar kebutuhan tenaga medis tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam 21 tahun terakhir. Salah satunya melalui pembukaan fakultas kedokteran baru serta program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis."Selama 21 tahun terakhir pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit," ujarnya.
Pemerintah juga menghadirkan program studi dokter spesialis untuk pertama kalinya di 11 provinsi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis, sekaligus memperluas pemerataan tenaga kesehatan.
"Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis kita," tutur Prabowo.