Pramuka. Foto: Pexels/Muhaimin Abdul Aziz
6 Makna Tunas Kelapa sebagai Lambang Gerakan Pramuka Indonesia
Putri Purnama Sari • 13 August 2026 16:54
Jakarta: Gerakan Pramuka tidak hanya dikenal melalui kegiatan kepanduan, tetapi juga memiliki simbol yang sarat makna. Salah satu yang paling dikenal adalah tunas kelapa yang menjadi lambang Gerakan Pramuka
Lambang tersebut menggambarkan berbagai nilai yang ingin ditanamkan kepada setiap anggota Pramuka, mulai dari ketangguhan, kemandirian, kemampuan beradaptasi hingga semangat mengabdi. Nilai-nilai itu juga berkaitan dengan perjalanan panjang terbentuknya Gerakan Pramuka di Indonesia.
Setiap tahun, perjalanan tersebut diperingati melalui Hari Pramuka pada 14 Agustus. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang lahirnya Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat semangat pembentukan karakter generasi muda.
Lantas, apa makna tunas kelapa sebagai lambang Pramuka dan bagaimana sejarah Hari Pramuka ditetapkan? Simal penjelasan berikut.
Filosofi Tunas Kelapa sebagai Lambang Pramuka

Foto: pramuka.or.id
Gerakan Pramuka memiliki moto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.” Berdasarkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120, tunas kelapa ditetapkan sebagai lambang Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang juga merupakan pegawai Departemen Pertanian. Ia lahir pada 29 Februari 1903 di Blora dan meninggal pada 31 Mei 1979.
Makna lambang tunas kelapa kemudian dijelaskan melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 06/KN/72. Terdapat enam kiasan yang menggambarkan nilai dan karakter yang diharapkan dimiliki setiap anggota Pramuka:
Dilansir dari laman resmi Pramuka, berikut filosofi tunas kelapa:
- Buah nyiur dalam keadaan tumbuh: disebut cikal dan dimaknai sebagai cikal bakal generasi baru. Tunas kelapa menggambarkan setiap Pramuka sebagai inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
- Buah nyiur dapat bertahan dalam berbagai keadaan: menggambarkan Pramuka yang sehat secara jasmani dan rohani, kuat, ulet, serta memiliki tekad dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.
- Nyiur dapat tumbuh di mana saja: menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Makna ini menggambarkan Pramuka yang mampu beradaptasi dalam berbagai keadaan dan kehidupan bermasyarakat.
- Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas: melambangkan cita-cita yang tinggi, mulia, dan jujur. Bentuk tersebut juga menggambarkan pribadi yang teguh dan tidak mudah terpengaruh.
- Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah: menggambarkan tekad dan keyakinan yang berpegang pada dasar serta landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata.
- Pohon nyiur memiliki banyak manfaat: mulai dari bagian atas hingga akarnya, kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Makna ini menggambarkan Pramuka sebagai pribadi yang berguna dan mengabdikan diri bagi tanah air, bangsa, negara, serta sesama manusia.
Sejarah Hari Pramuka
.jpeg)
Foto: pramuka.or.id
Filosofi tunas kelapa menjadi bagian penting dalam identitas Gerakan Pramuka. Makna lambang tersebut menggambarkan nilai yang ingin ditanamkan kepada setiap anggota Pramuka, seperti ketangguhan, kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan semangat mengabdi.
Nilai tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan panjang lahirnya Gerakan Pramuka hingga tanggal peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus. Tanggal tersebut menjadi momentum untuk mengenang berdirinya Gerakan Pramuka sekaligus menguatkan kembali semangat pengabdian dan pembentukan karakter generasi muda.
Berikut sejumlah momen penting dalam sejarah Gerakan Pramuka:
- 9 Maret 1961: Nama Pramuka diresmikan dan tanggal ini dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.
- 20 Mei 1961: Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka diterbitkan dan diperingati sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.
- 20 Juli 1961: Para wakil organisasi kepanduan Indonesia menyatakan meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka dalam sebuah pernyataan di Istana Olahraga Senayan. Momen tersebut dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.
- 14 Agustus 1961: Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat dalam upacara di halaman Istana Negara.
(Angel Rinella)