Mengenal Sesar Naik Busur Belakang Flores, Penyebab Gempa NTT

Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. (ANTARA)

Mengenal Sesar Naik Busur Belakang Flores, Penyebab Gempa NTT

Riza Aslam Khaeron • 15 August 2026 15:38

Jakarta: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Gempa yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah NTT. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut pada pukul 07.30 WIB. Gelombang tsunami terpantau di beberapa titik pesisir, dengan ketinggian tertinggi tercatat di Maurole, Ende, mencapai 0,94 meter.

BMKG mengungkapkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Lantas, apa sebenarnya Sesar Naik Busur Belakang Flores dan mengapa sesar ini mampu memicu gempa bermagnitudo besar? Berikut penjelasannya.
 

Apa Itu Sesar Naik Busur Belakang Flores?


Peta sesar aktif daerah Bali-Nusa Tenggara-Banda Peta Sumber dan Bahaya Gempa Nasional 2024. FBT = Flores Back-Arc Thrust. (Dok. KemenPU)

Sesar Naik Busur Belakang Flores merupakan sistem sesar aktif yang membentang di bagian utara rangkaian Kepulauan Nusa Tenggara. Dalam literatur geologi internasional, sistem ini dikenal dengan nama Flores Back-Arc Thrust.

Dinamakan back-arc thrust karena posisinya berada di belakang busur kepulauan (sebelah utara Bali, Lombok, Sumbawa, hingga Flores) dengan pergerakan dominan berupa sesar naik.

Sesar ini merupakan sesar paling aktif di kawasan busur belakang, bahkan keaktifannya melebihi Java Back-Arc Thrust. Patahan ini menyumbang sekitar 90% dari total aktivitas gempa bumi yang terjadi di Kepulauan Nusa Tenggara. Berdasarkan penjelasan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, busur belakang di Flores memiliki potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9.

Namun, Jangkauan Flores Back-Arc Thrust tidak hanya terbatas di sekitar Pulau Flores. Sistem sesar aktif ini membentang panjang dari kawasan utara Bali menuju Lombok, Sumbawa, hingga Flores. Ke arah timur, sistem deformasi busur belakang ini berlanjut hingga ke kawasan Wetar dan Busur Banda.
 
Sesar ini diperkirakan membentang sepanjang kurang lebih 800 kilometer. Sebagian besar dari sistem sesar ini berada di bawah permukaan Laut Flores dan terbagi menjadi tujuh segmen utama.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024, berikut adalah daftar segmen dari sesar ini:
 
Segmen Sesar Naik Busur Belakang Flores Panjang
Bali 153 km
Lombok–Sumbawa 312 km
Lombok 101 km
Nusa Tenggara Barat 219 km
Nusa Tenggara Tengah 174 km
Nusa Tenggara Timur 238 km
Wetar 218 km
 

Daftar Gempa Besar akibat Flores Back-Arc Thrust

Sesar Naik Busur Belakang Flores memiliki riwayat kegempaan yang panjang dan aktif. Sistem sesar yang membentang dari utara Bali hingga Wetar ini telah memicu sejumlah gempa kuat dan merusak, beberapa di antaranya bahkan memicu gelombang tsunami.

Berikut adalah beberapa gempa besar yang tercatat berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores:
  • Gempa Flores 1815 (Mw 7,3)
  • Gempa Flores 1818 (Mw 6,6)
  • Gempa Laut Flores 1820 (Mw 7,9)
  • Gempa Flores 1992 (Mw 7,8)
  • Gempa Alor 2004 (Mw 7,5)
  • Gempa Lombok 29 Juli 2018 (Mw 6,4)
  • Gempa Lombok 5 Agustus 2018 (Mw 7,0)
  • Gempa Lombok 9 Agustus 2018 (Mw 5,9)
  • Gempa Lombok 19 Agustus 2018 (Mw 6,9)
  • Gempa NTT 15 Agustus 2026 (Mw 7,7)
Rangkaian gempa tersebut ada yang menimbulkan tsunami kecil, seperti pada gempa Lombok tahun 2018, hingga tsunami besar yang menewaskan 1.690 orang serta menghancurkan sekitar 18.000 rumah pada gempa Flores tahun 1992.

(Riza Aslam Khaeron)