Upaya perbaikan jaringan listrik yang dilakukan oleh tim tim Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Istimewa
99,4 Persen Aliran Listrik di Wilayah Terdampak Gempa NTT Kembali Pulih
Whisnu Mardiansyah • 17 August 2026 21:31
Labuan Bajo: Pemulihan infrastruktur dasar terus dilakukan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan, gempa turut berdampak pada jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Pandjaitan mengatakan, pemulihan jaringan listrik dan komunikasi terus menunjukkan perkembangan positif.
"Gempa bumi M 7,7 tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Fenomena geologi yang terjadi pada Minggu (15/8) juga merusak infrastruktur dasar, seperti listrik dan jaringan komunikasi," ujar Berton dalam pembaruan penanganan bencana gempa NTT, Senin, 17 Agustus 2026.
Berdasarkan data Pos Pendamping Nasional (Pospenas), pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak terus dikebut. Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat dilaporkan hampir sepenuhnya memulihkan jaringan listrik di wilayah kerja masing-masing.
Pemulihan trafo gardu induk telah mencapai 100 persen, sementara tiang listrik yang terdampak telah kembali berfungsi hingga 98,3 persen. Dari 3.478 gardu distribusi yang terdampak, sebanyak 99,45 persen telah kembali menyala. Kondisi tersebut membuat 564.065 pelanggan atau sekitar 99,4 persen dari total pelanggan di wilayah terdampak kembali mendapatkan aliran listrik.
UP3 Flores Bagian Timur melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sementara itu, UP3 Flores Bagian Barat mencakup enam kabupaten di daratan Flores bagian Barat, meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.
Pemulihan juga dilakukan terhadap jaringan telekomunikasi. Jaringan yang dikelola Telkomsel dilaporkan hampir mencapai kondisi normal di sejumlah wilayah terdampak gempa, dengan tingkat pemulihan melampaui 90 persen di Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, dan Manggarai.
Adapun Kabupaten Manggarai Timur masih menjadi wilayah dengan tingkat pemulihan lebih rendah. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pemulihan jaringan komunikasi di wilayah tersebut mencapai 76,3 persen, dengan 14 site yang masih mengalami kendala.
.jpeg)
Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
Berton mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Perbaikan jaringan listrik dan komunikasi diharapkan dapat mendukung pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
"Melalui perbaikan yang berjalan optimal tersebut, Pospenas mengharapkan aktivitas masyarakat dapat segera bangkit dan pulih kembali pascabencana," kata Berton.
Selain listrik dan jaringan komunikasi, perbaikan juga dilakukan terhadap infrastruktur lain, termasuk akses jalan. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak turut dilakukan melalui pos komando dengan dukungan Pospenas.