Cetak SDM Unggul, Unhan RI Buka Peluang Kader Mathla'ul Anwar Tempuh Studi

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, melakukan kunjungan silaturahim ke Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Sentul pada Kamis, 13 Agustus 2026. Istimewa

Cetak SDM Unggul, Unhan RI Buka Peluang Kader Mathla'ul Anwar Tempuh Studi

Whisnu Mardiansyah • 16 August 2026 14:04

Bogor: Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, melakukan kunjungan silaturahim ke Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Sentul pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Rektor Unhan RI, Letjen (Purn) Dr Anton Nugroho.

Dalam pertemuan itu, Jazuli Juwaini memperkenalkan Mathla'ul Anwar sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Berdiri sejak 1916, Mathla'ul Anwar saat ini mengelola satu universitas dengan tujuh fakultas, lebih dari 3.000 madrasah, serta memiliki jaringan anggota yang mencapai sekitar 12 hingga 17 juta orang.

Jazuli mengungkapkan harapan agar kader dan generasi muda berprestasi dari lingkungan madrasah maupun sekolah Mathla'ul Anwar dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke Unhan RI. Universitas tersebut dikenal memiliki sistem pendidikan berkualitas sekaligus kuat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pertahanan negara.

Menurut pandangannya, akses pendidikan di Unhan RI bagi generasi muda Mathla'ul Anwar menjadi peluang strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki kompetensi akademik, karakter kebangsaan, serta komitmen terhadap pertahanan dan kemajuan Indonesia.

"Kami berharap ada kader-kader generasi muda dari madrasah dan sekolah Mathla'ul Anwar yang dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Pertahanan RI, sebuah universitas yang kuat menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pertahanan negara dengan kualitas sistem serta kurikulum yang terbaik," ujar Jazuli dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu, 16 Agustus 2026.

Ia juga menyampaikan harapan agar terdapat peluang atau kuota bagi generasi muda dari organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Mathla'ul Anwar, untuk mengikuti seleksi masuk Unhan RI sesuai dengan persyaratan dan kualifikasi yang berlaku.

"Kami sangat bersyukur apabila Unhan memberikan kesempatan bagi generasi ormas Islam seperti Mathla'ul Anwar sesuai dengan syarat dan kualifikasi. Dengan demikian, semakin banyak generasi bangsa yang mendapatkan pendidikan dengan kualitas terbaik seperti di Unhan," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unhan RI Letjen (Purn) Dr Anton Nugroho menyambut baik silaturahim dan harapan yang disampaikan Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar. Ia menegaskan bahwa Unhan RI terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa dari berbagai latar belakang, termasuk dari lingkungan ormas Islam, sepanjang memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan.

Anton menekankan bahwa prinsip utama dalam penerimaan mahasiswa adalah kualitas dan kemampuan calon peserta didik. Siapa pun generasi bangsa yang memenuhi standar dan berhasil melalui seluruh tahapan seleksi yang ketat memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan di Unhan RI.

Pendidikan di Unhan RI merupakan bagian dari komitmen negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk kepentingan pertahanan dan pembangunan nasional. Mahasiswa yang diterima pada program yang dibiayai negara mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membuka peluang sinergi antara PB Mathla'ul Anwar dan Unhan RI, khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda serta menyiapkan kader bangsa yang memiliki kecerdasan, kompetensi, karakter, dan wawasan kebangsaan yang kuat.

Dengan jaringan pendidikan Mathla'ul Anwar yang telah berkembang selama lebih dari satu abad, sinergi itu diharapkan dapat mendorong lahirnya semakin banyak generasi muda berprestasi yang mampu mengisi ruang-ruang strategis dalam pembangunan dan pertahanan negara.

(Whisnu M)