Pabrik di Simalungun Terbakar, Simak Risiko Proses Produksi Sabun

Ilustrasi sabun. Foto: pexels

Pabrik di Simalungun Terbakar, Simak Risiko Proses Produksi Sabun

Muhamad Marup • 3 September 2026 18:12

Simalungun: Pabrik sabun di Simalungun, Sumatra Utara terbakar pada Rabu, 3 September 2026. Dugaan awal kebakaran berasal dari ruang produksi.

Secara umum, sabun tidak mudah terbakar. Sabun membutuhkan titik nyala yang sangat tinggi sehingga tidak benar-benar terbakar.

 
Melansir firefighternow.com, pembuatan sabun memiliki sejumlah risiko, termasuk kebakaran. Sabun menggunakan bahan-bahan yang mudah sekali terbakar.

Penting mengetahui risiko proses produksi sabun, mengingat usaha sabun tidak hanya skala pabrik, tapi juga usaha-usaha kecil. Berikut risiko-risiko yang bisa terjadi dalam proses pembuatan sabun.

Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun, 3 Tewas

Kebakaran sebuah pabrik sabun di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. (Dokumentasi/ Metro TV)

Risiko Pembuatan Sabun

Saat ini, proses produksi sabun tidak hanya bisa dilakukan di pabrik-pabrik. Mudahnya akses mendapatkan bahan dan cetakan membuat sabun bisa dibuat usaha-usaha dengan skala lebih kecil.

Proses pembuatan sabun menggunakan bahan-bahan yang mudah terbakar. Selain itu, ada pertimbangan keselamatan dalam proses pembuatan sabun karena metode pemanasan dan peleburan bahan-bahannya, serta bahaya yang terkait dengan larutan alkali.

Pembuatan sabun biasanya dilakukan dengan melelehkan bahan-bahan dalam wajan besar dengan api yang tepat untuk mendapatkan konsistensi yang sempurna. Dengan demikian, kehati-hatian terkait sumber panas, api terbuka, dan bahan yang mudah terbakar menjadi penting dalam proses pembuatan sabun.

Bahaya Larutan Alkali

Larutan alkali merupakan bahan penting untuk membuat sabun batangan padat dan mendapatkan tekstur yang tepat. Masalahnya adalah larutan ini juga sangat berbahaya dan perlu digunakan dengan hati-hati.

Pertama-tama, larutan alkali sangat mudah terbakar saat dipanaskan karena pelepasan hidrogen. Lebih buruk lagi, larutan alkali juga merupakan bahan korosif.

Pengolahan larutan alkali harus sangat berhati-hati agar tidak masuk ke mata, paru-paru, atau mengenai kulit. Kacamata pelindung dan sarung tangan adalah suatu keharusan. Selain larutan alkali, risiko kebakaran terbesar yang terkait dengan sabun berasal dari eksperimen dengan busa sabun yang dimanipulasi dan bahan kimia yang dihasilkan jika sabun cair terbakar dalam api. Selama waspada untuk menghindari risiko-risiko ini, sabun merupakan benda yang aman.

Sabun batangan, sabun tangan, dan sabun cuci piring dapat digunakan dengan mudah tanpa khawatir akan terbakar. Air sabun juga bisa jadi salah satu cara memadamkan api jika diperlukan tanpa memperburuk keadaan.
 

(Muhamad Marup)