Temui MSCI Lagi, BEI Update Perkembangan Proposal

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. Foto: Dok istimewa

Temui MSCI Lagi, BEI Update Perkembangan Proposal

Eko Nordiansyah • 9 February 2026 12:42

Jakarta: Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan BEI akan kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026.

Pertemuan tersebut dalam rangka membahas perkembangan proposal yang telah disampaikan oleh BEI kepada MSCI pada Senin, 2 Februari 2026 pekan lalu.

"5 Februari (2026), tim dari Indonesia, dalam hal ini Self-Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah mengirimkan proposal ke MSCI dan pertemuan lanjutan di level teknis akan dilakukan kembali pada Rabu ini, 11 Februari 2026," ujar Jeffrey dalam Konferensi Pers Perkembangan Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga :

Intip Saham-saham Rekomendasi Buat Trading Hari Ini


(Ilustrasi. MI/Usman Iskandar)

3 langkah transparansi BEI

Dalam diskusi tersebut, Jeffrey menjelaskan terdapat sejumlah inisiatif yang dibahas. Pertama, penyempurnaan klasifikasi investor di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari sembilan kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) menjadi 28 sub-kategori investor.

"Langkah ini bertujuan menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat," ujar Jeffrey.

Kedua, perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham dengan perincian data pemegang saham, yang mana tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas lima persen. Keterbukaan ini akan mencakup kepemilikan saham di atas satu persen guna meningkatkan transparansi pasar.

Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat. Ketentuan ini akan dinaikkan secara bertahap dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen.

Jeffrey menjelaskan, penerapan ketentuan free float dilakukan secara bertahap dengan penetapan target antara pada setiap fase, disertai pemantauan serta pendampingan berkelanjutan bagi perusahaan tercatat.

Peningkatan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen merupakan bagian dari penyesuaian terhadap Peraturan No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Dalam pertemuan dengan MSCI pada Senin, 2 Februari 2026, BEI diwakili oleh Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, yang mana turut hadir dan menyaksikan pertemuan tersebut yaitu Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)