Seluruh Titik Karhutla di Aceh Barat Padam

Karhutla di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Istimewa

Seluruh Titik Karhutla di Aceh Barat Padam

Triawati Prihatsari • 10 February 2026 17:26

Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah dengan total luas 58,7 hektare telah berhasil dipadamkan seluruhnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan seluruh lokasi karhutla yang tersebar di tujuh kecamatan kini dalam kondisi padam 100 persen setelah dilakukan upaya pemadaman intensif oleh tim gabungan.

“Karhutla di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat telah padam seluruhnya,” kata Ronald, Selasa, 10 Februari 2026.

Karhutla di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Istimewa

Ia memerinci, lokasi kebakaran lahan yang telah padam antara lain berada di Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Suak Raya seluas 10,5 hektare, Desa Lapang (Ujong Beurasok) 9,5 hektare, dan Desa Suak Nie seluas 10 hektare. Selain itu, kebakaran di Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla, seluas 0,5 hektare juga telah dipadamkan.

"Di Kecamatan Meureubo, kebakaran yang terjadi di Desa Alue Peunyareng seluas 1 hektare, Desa Ujong Tanoh Darat I seluas 0,5 hektare, Desa Ujong Tanoh Darat II seluas 0,5 hektare, serta Desa Ranto Panyang Timur seluas 2 hektare juga telah berhasil dipadamkan. Sementara di Kecamatan Bubon, kebakaran di Desa Peulante seluas 6,2 hektare telah padam," ujar Ronald.

Selanjutnya, kebakaran lahan di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, seluas 4 hektare dan di Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, seluas 11,5 hektare juga telah dipadamkan. Termasuk kebakaran di Desa Cot Rubek, Kecamatan Woyla Barat, dengan total luas 2,5 hektare di dua titik. Proses pemadaman sebelumnya sempat terkendala oleh angin kencang dan keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.

"Meski seluruh titik api telah padam, Tim Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Aceh Barat masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, mengingat kondisi cuaca dan angin yang masih berpotensi memicu kebakaran ulang," jelas Ronald.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)