Cegah Pencemaran Meluas, Pemkot Tangsel Bersihkan Residu Kimia di Aliran Sungai

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyusuri aliran Kali Jaletreng bersama unsur Forkopimda. Dokumentasi/ istimewa

Cegah Pencemaran Meluas, Pemkot Tangsel Bersihkan Residu Kimia di Aliran Sungai

Deny Irwanto • 13 February 2026 18:48

Tangerang Selatan: Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat menangani cemaran residu zat kimia yang mengalir di Kali Jaletreng hingga ke Sungai Cisadane setelah kebakaran gudang pestisida di kawasan industri Taman Tekno, Kecamatan Setu. Langkah penanganan difokuskan pada evakuasi limbah berbahaya, pencegahan paparan ke warga, serta netralisasi kualitas air.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan residu kimia sisa kebakaran harus segera diangkat dan diproses di fasilitas pengolahan limbah berbahaya. Pernyataan itu disampaikan setelah ia meninjau lokasi gudang terbakar dan menyusuri aliran Kali Jaletreng bersama unsur Forkopimda.

"Dari kesimpulan, bahwa ini harus segera dilakukan langkah bagaimana sisa-sisa residu kebakaran itu harus segera diangkut dan diolah di tempat pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)," kata Pilar di Tangerang Selatan, Jumat, 13 Februari 2026.

Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mempercepat proses evakuasi residu yang saat ini masih menjadi bagian dari penyelidikan. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko paparan partikel kimia ke udara maupun lingkungan sekitar kawasan industri.

"Jangan sampai residu ini yang tadinya dari pestisida cair lalu terbakar lalu menguap. Serta partikel-partikel kecilnya ini, mikronya ini jangan sampai kehirup oleh masyarakat ataupun di kawasan Taman Tekno itu sendiri," jelasnya.


Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyusuri aliran Kali Jaletreng bersama unsur Forkopimda. Dokumentasi/ istimewa

Selain pengangkutan limbah, langkah pembersihan darurat diprioritaskan guna mencegah material sisa terbawa limpasan air hujan ke badan sungai. Pemerintah daerah menilai faktor cuaca menjadi variabel risiko yang harus diantisipasi dalam fase awal penanganan.

"Jadi ini yang langkah cepat, segera mungkin kita lakukan pembersihan dulu. Itu yang paling penting, khawatir hujan turun, dan airnya takut masuk ke sungai," ungkap Pilar.

Tahap berikutnya, pemerintah kota bersama instansi teknis melakukan netralisasi kandungan zat kimia di aliran Kali Jaletreng menggunakan karbon aktif. Metode ini dipakai sebagai respons awal untuk mengikat senyawa kimia berbahaya di air.

"Mudah-mudahan karbon aktif ini bisa mengikat senyawa kimia. Untuk langkah awal, langkah cepat. Sambil kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup mudah-mudahan ada chemical atau alat seperti apa untuk bantu menetralisir," kaa Pilar.

Penanganan pencemaran dilakukan bertahap dengan pemantauan kualitas lingkungan, baik air maupun udara, untuk memastikan dampak kebakaran tidak meluas ke wilayah hilir.

"Jadi ini bukan pertama dan terakhir. Ini akan kita lakukan secara bertahap supaya kualitas air, kualitas lingkungan hidup, kita juga semakin baik lagi seperti itu," ujar Pilar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)