Ilustrasi medcom.id
Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Tahapannya
Putri Purnama Sari • 10 February 2026 12:55
Jakarta: Bulan Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Menjelang datangnya bulan suci, banyak masyarakat mempertanyakan kapan hari pertama puasa serta kapan sidang isbat penentuan awal Ramadan akan digelar.
Untuk menentukan awal bulan Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pengamatan hilal pada akhir bulan Syaban. Hasil pengamatan tersebut selanjutnya dibahas dalam sidang isbat yang melibatkan perwakilan organisasi Islam, ahli astronomi, pakar falak, serta lembaga terkait lainnya.
Awal Ramadan Muhammadiyah 18 Februari 2026
Berdasarkan Fatwa Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026.Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menentukan awal bulan hijriah berdasarkan perhitungan posisi bulan dan matahari secara astronomis. Metode ini telah lama menjadi pedoman Muhammadiyah dalam penentuan kalender hijriah.
Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar 17 Februari 2026

MI/ Arya Manggala (Agus Josiandi)
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. Sidang ini akan dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, serta disiarkan secara langsung melalui televisi dan media sosial.
Sidang isbat melibatkan perwakilan organisasi masyarakat Islam, kedutaan besar negara-negara Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, ahli falak, DPR, hingga Mahkamah Agung. Dalam penentuan awal Ramadan, pemerintah mengintegrasikan metode hisab dan rukyat.
Tahapan Sidang Isbat
Mengacu pada informasi dari laman Bimas Islam Kementerian Agama, sidang isbat penentuan 1 Ramadan 2026 akan digelar di Auditorium H.M Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB.Sidang isbat akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) yang disampaikan oleh tim ahli hisab rukyat Kementerian Agama.
Tahap selanjutnya adalah verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pengamatan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah lokasi strategis disiapkan untuk pemantauan, termasuk kemungkinan Masjid IKN yang telah diresmikan turut menjadi salah satu titik pengamatan hilal.
Alasan Penentuan 1 Ramadan Bisa Berbeda
Perbedaan penetapan awal Ramadan kerap terjadi karena penggunaan metode yang berbeda. Pemerintah menunggu hasil rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung hilal di langit Indonesia, yang harus memenuhi kriteria ketinggian tertentu serta dipengaruhi oleh faktor cuaca dan lokasi pengamatan.Jika kondisi cuaca tidak mendukung, seperti berawan atau hujan, proses pengamatan hilal dapat mengalami hambatan sehingga berpengaruh terhadap penentuan awal puasa.
Sidang isbat sendiri menjadi momen penting dan paling dinantikan umat Islam di Indonesia karena menjadi dasar penetapan resmi awal ibadah puasa Ramadan.
(Jessica Nur Faddilah)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com