Prabowo Soroti Fenomena Kelompok yang Tak Mau Bekerja Sama

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.

Prabowo Soroti Fenomena Kelompok yang Tak Mau Bekerja Sama

Fachri Audhia Hafiez • 8 April 2026 17:40

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya fenomena kelompok masyarakat yang enggan diajak bekerja sama dalam membangun bangsa. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam rapat kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

"Ada suatu fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah," kata Prabowo dikutip dari Antara.
 


Melalui analogi pembangunan jembatan di sebuah desa, Prabowo menggambarkan situasi di mana sekelompok warga memilih tidak terlibat dalam gotong royong namun gencar melontarkan kritik. 

Meski menghormati perbedaan sikap tersebut, Presiden mengaku heran dengan pihak yang hanya duduk diam saat masyarakat membutuhkan pembangunan.

Prabowo menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk membangun demi kepentingan rakyat tidak akan surut meskipun dibayangi kritik dari pihak yang tidak terlibat langsung. Baginya, pemenuhan kebutuhan masyarakat adalah prioritas utama yang harus terus berjalan.

"Boleh kritik boleh, hanya saya juga enggak mengerti kalau orang mau bangun jembatan duduk dia, tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik. Tapi, ini rakyat desa minta bangun jembatan, saya bangun jembatan untuk rakyat kita. Ini fenomena," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru. Ia mengaitkannya dengan catatan sejarah masa penjajahan, di mana terdapat oknum dari bangsa sendiri yang justru mempermudah pihak asing untuk mengeksploitasi kekayaan tanah air.


Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.

"Selalu ada saudara-saudara kita dari bangsa kita sendiri yang juga mempermudah bangsa asing itu menjajah kita, merampok kekayaan kita, membuat kita budak, itu saudara kita juga. Jadi ini bukan fenomena baru," tuturnya.

Presiden berpesan kepada jajarannya agar tidak bersikap berlebihan atau kaget dalam menghadapi fenomena tersebut. Ia menilai sifat-sifat seperti iri, dengki, dan kebencian adalah bagian dari sisi kemanusiaan yang harus dikelola dengan bijak.

"Ini biasa bibit-bibit dengki, iri, sirik itu bagian dari manusia. Kebencian, dendam, sakit hati ini bagian manusia dan memang ada itu, ada. Kita tidak boleh istilahnya kaget," ujar Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)