Trump Klaim AS Hampir Serang Iran Lagi, Batal Satu Jam Sebelum Dimulai

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Klaim AS Hampir Serang Iran Lagi, Batal Satu Jam Sebelum Dimulai

Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 10:56

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan serangan baru terhadap Iran hampir dilancarkan sebelum akhirnya ditunda atas permintaan sejumlah sekutu regional.

"Mereka tahu kami sudah sangat dekat. Saya bisa katakan saya tinggal satu jam lagi untuk memutuskan melanjutkan serangan hari ini," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa, 19 Mei 2026.

Trump memperingatkan AS dapat melancarkan "serangan besar lainnya" terhadap Iran jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan permanen dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka memohon untuk membuat kesepakatan. Saya harap kita tidak perlu perang, tetapi kami mungkin harus memberi mereka pukulan besar lagi," ujarnya.

"Saya berbicara soal dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal pekan depan, untuk periode terbatas karena kami tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru," lanjut Trump.

Iran Ungkap Isi Proposal Baru

Melansir TRT World, Rabu, 20 Mei 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi sebelumnya mengungkap rincian proposal terbaru Teheran yang telah disampaikan kepada AS dalam pertemuan dengan Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran.

Menurut kantor berita resmi IRNA, proposal itu menegaskan "hak Iran atas pengayaan uranium dan aktivitas nuklir damai."

Proposal tersebut juga mencakup penghentian konflik di seluruh front termasuk Lebanon, pencabutan blokade laut AS, pembebasan aset Iran, serta kompensasi dari AS atas kerusakan selama perang terakhir untuk mendukung rekonstruksi.

Iran juga menuntut pencabutan seluruh sanksi sepihak dan resolusi Dewan Keamanan PBB serta penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Teheran.

Setelah pernyataan Trump, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington dan Teheran telah mencapai banyak kemajuan dalam pembicaraan dan kedua pihak tidak ingin konflik militer kembali pecah.

"Kami pikir kami telah membuat banyak kemajuan. Kami pikir Iran ingin membuat kesepakatan," kata Vance dalam pengarahan di Gedung Putih.

Pada 10 Mei lalu, Iran menyampaikan respons terhadap proposal AS melalui mediator Pakistan. Namun Trump kemudian menyebut tawaran Teheran sebagai sesuatu yang "sepenuhnya tidak dapat diterima."

Media Iran melaporkan Teheran kemudian mengirim proposal revisi berisi 14 poin melalui jalur yang sama.

Trump pada Sabtu juga mengancam eskalasi militer baru terhadap Iran lewat unggahan di Truth Social yang menampilkan kapal perang berbendera Amerika Serikat dan tulisan "It was calm before the storm."

Penundaan Serangan

Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya menunda serangan terhadap Iran yang direncanakan berlangsung Selasa atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Ia menambahkan telah memerintahkan Pentagon untuk siap meluncurkan "serangan penuh berskala besar terhadap Iran kapan saja" jika tidak tercapai kesepakatan yang dapat diterima.

Setelah negosiasi yang dimediasi Pakistan mengalami kebuntuan, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran pada 13 April termasuk di sepanjang Selat Hormuz.

Iran kemudian merespons dengan menutup jalur pelayaran tersebut dan mewajibkan kapal berkoordinasi dengan Teheran untuk melintas di tengah kekhawatiran gencatan senjata rapuh dapat runtuh sewaktu-waktu.

Baca juga:  Trump Sebut AS Bergerak Cepat untuk Akhiri Perang dengan Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)