Kata-kata Ronaldo Usai Portugal Tersingkir di Piala Dunia 2026

Ronaldo menangis setelah laga melawan Spanyol di Piala Dunia 2026. (Istimewa)

Kata-kata Ronaldo Usai Portugal Tersingkir di Piala Dunia 2026

Riza Aslam Khaeron • 7 July 2026 08:50

Arlington: Air mata Cristiano Ronaldo mewarnai akhir perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026. Langkah Selecao das Quinas terpaksa terhenti setelah mereka mengakui keunggulan Spanyol 0-1 dalam laga babak 16 besar yang digelar di Dallas Stadium, Arlington, Texas, pada Senin, 6 Juli 2026 waktu setempat.
 
Tampil sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit, Ronaldo gagal menyumbang gol dan tampak kesulitan mengembangkan permainannya di sepanjang laga. Begitu peluit panjang berbunyi, sang megabintang tak kuasa membendung air matanya dan berjalan meninggalkan lapangan dengan tangis yang pecah.

Sebelumnya, ia telah menegaskan bahwa turnamen kali ini akan menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya, meski sempat berharap laga kontra Spanyol tidak akan menjadi laga terakhirnya di turnamen akbar.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Ronaldo yang kini telah menginjak usia 41 tahun mengungkapkan kesedihan mendalam karena harus tersisih. Ronaldo akan pulang dengan hati yang tenang.


Foto: Instagram/@cristiano

"Saya telah memberikan segalanya. Saya sudah melakukan yang terbaik dan kini pergi dengan hati yang tenang,” ujar Ronaldo.

”Ya, ini memang Piala Dunia terakhir saya, tetapi sekarang adalah waktunya bagi saya untuk merenung dan berkumpul bersama keluarga. Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun secara tergesa-gesa," tambahnya.

Sejak debutnya di edisi Jerman 2006 hingga turnamen Amerika Utara 2026 ini, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang mampu tampil sekaligus mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara berturut-turut.

Sepanjang 27 pertandingan Piala Dunia yang telah ia lakoni, Ronaldo mencatatkan koleksi 11 gol dan 2 assist. Namun, satu-satunya gol yang ia cetak di fase gugur pada edisi kali ini lahir dari penalti saat menghadapi Kroasia di babak 32 besar, dan 2 gol melawan Uzbekistan di fase gugur.
 
Baca Juga:
Roberto Martinez Mengundurkan Diri usai Portugal Disingkirkan Spanyol

Kondisi tersebut terasa sangat kontras dengan rival abadinya, Lionel Messi. Sang kapten Argentina justru terus menunjukkan performa dan pengaruh yang dominan di Piala Dunia kali ini, dengan mencetak 7 gol, setelah berhasil merengkuh trofi juara pada edisi sebelumnya.

Kendati demikian, ia masih memegang rekor sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang sejarah sepak bola dengan koleksi 146 gol dari 233 penampilan bersama tim nasional (timnas) Portugal. Puncak kejayaannya bersama Timnas Portugal terjadi pada tahun 2016 silam, saat ia sukses mempersembahkan trofi Kejuaraan Eropa.

(Riza Aslam Khaeron)