Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. (Anadolu Agency)
Tiongkok Desak AS-Iran Tempuh Jalur Diplomasi, Tolak Penggunaan Kekuatan Militer
Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 17:11
Beijing: Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menempuh jalur diplomasi di tengah aksi saling serang yang kembali memanaskan situasi di Timur Tengah.
Beijing menegaskan penggunaan kekuatan militer tidak akan menyelesaikan konflik kedua negara.
Mengutip Anadolu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan tidak ada pihak yang akan diuntungkan jika perang kembali berkobar.
"Menyalakan kembali api perang tidak melayani kepentingan siapa pun," kata Mao dalam konferensi pers di Beijing, Rabu, 8 Juli 2026.
Mao menegaskan bahwa langkah militer bukanlah pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan perselisihan.
"Tindakan militer bukanlah langkah yang tepat. Kami mendesak kedua belah pihak menyelesaikan sengketa melalui perundingan, melanjutkan Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad, dan menghindari penggunaan kekuatan," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyerang lebih dari 80 target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan operasi rudal dan drone yang menyasar 85 fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
MoU Islamabad yang disebut Mao merupakan kesepakatan yang ditandatangani Presiden Iran dan Presiden Amerika Serikat bulan lalu. Kesepakatan itu memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan penyelesaian permanen atas konflik yang terjadi.
Baca juga: Trump Sebut Nota Kesepahaman Berakhir, Hina Iran Seperti Kanker