Ilustrasi. Foto: Dok MI
Mudah! Ini Cara Cek Desil di Aplikasi Cek Bansos
Eko Nordiansyah • 8 July 2026 18:32
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) kini sudah melakukan pendataan ulang melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan yang diberikan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan. Pentingnya keluarga penerima manfaat (KPM) selalu memastikan dirinya terdaftar dalam desil penerima bantuan sosial (bansos).
Melansir dari akun Instagram @pusdatinkesos, bansos umumnya disalurkan kepada masyarakat yang lebih prioritas yaitu tergolong dalam Desil 1 sampai Desil 4. Namun, Desil 5 masih memungkinkan untuk mendapatkan bansos dari Kemensos tetapi bukan prioritas.
Bagaimana cara mengecek desil untuk mendapatkan bansos pemerintah?
Cara cek desil dengan aplikasi Cek Bansos
- Unduh "Aplikasi Cek Bansos" di PlayStore atau AppStore.
- Buka "Aplikasi Cek Bansos" melalui smartphone.
- Masuk menggunakan username dan password.
- Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi dengan mengisi data lengkap, termasuk NIK.
- Setelah registrasi berhasil, masuk ke menu profil untuk melihat kategori desil.
.png)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Pembagian kelompok desil
Bagi masyarakat yang tidak mengerti yang dimaksud dari setiap kategori desil. Berikut rincian kategori desil yang terbagi ke dalam 10 kelompok:- Desil 1 (Sangat miskin): Dikategorikan sebagai miskin ekstrem dan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menerima program bantuan pemerintah.
- Desil 2 (Miskin): Dikategorikan sebagai miskin dan termasuk sasaran utama bansos pemerintah.
- Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok yang kondisi ekonominya mulai membaik, tetapi masih rentan mengalami kesulitan keuangan.
- Desil 4 (Rentan Miskin): Kelompok dengan kondisi ekonomi yang cukup, namun masih rentan terdampak krisis finansial.
- Desil 5 (Menengah Bawah): Termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah yang relatif stabil, dengan peluang menerima bantuan yang lebih terbatas dan bersifat khusus.
- Desil 6-10: (Menengah-Sejahtera): Dikategorikan sebagai kondisi ekonomi cukup hingga sejahtera sehingga tidak menjadi prioritas bansos rutin.