Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
Jelang Akhir Pekan, IHSG Naik 2,24% ke Level 5.872
Husen Miftahudin • 3 July 2026 09:43
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami kenaikan signifikan. Pada pembukaan perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat, 3 JUli 2026, IHSG berada di posisi 5.806,167.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.32 WIB, IHSG langsung melejit dengan kenaikan signifikan sebanyak 128,420 poin setara 2,42 persen ke level 5.872,976.
Adapun sebanyak 458 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 103 saham lainnya melemah dan 149 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.32 WIB sebanyak Rp2,442 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,168 miliar saham.
| Baca juga: IHSG Naik 0,87% di Kamis Sore ke Level 5.744 |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi sideways
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan IHSG berpotensi sideways di range 5.650-5.875. "Diperkirakan support IHSG 5.650-5.700 dan resist IHSG 5.800-5.900," sebut Fanny dalam risetnya.
Adapun, indeks-indeks saham Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor all time high (ATH) setelah data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan menyebabkan harapan The Fed akan menahan kenaikan suku bunga. Di sisi lain, Nasdaq justru melemah akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor.
Indeks Dow Jones tercatat melonjak sebanyak 1,14 persen, S&P 500 ditutup hampir stagnan pada level 7.483,24, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,8 persen. Tekanan pada Nasdaq berasal dari pelemahan saham-saham chip untuk hari kedua berturut-turut.
Di sisi lain, Bursa Asia bergerak beragam, dengan mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,47 persen, sedangkan Topix naik 0,09 persen. Selain itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,58 persen, Taiex Taiwan turun 0,58 persen dan ASX 200 Australia naik tipis 0,02 persen.
Sementara Korea Selatan pimpin pelemahan, Kospi anjlok 7,89 persen dan Kosdaq merosot 6,74 persen. Padahal, sepanjang 2Q26 indeks tersebut telah melonjak sekitar 68 persen, didorong rally saham-saham terkait AI.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis, 2 Juli 2026, ditutup naik 0,87 persen, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp323 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, MAPI, ASII, BRMS, dan DSSA.