Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api. ANTARA/Azmi Samsul
BNPB Andalkan Bom Air untuk Memadamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Achmad Zulfikar Fazli • 2 July 2026 12:01
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengandalkan operasi penyiraman air dari udara menggunakan helikopter pengebom air (water bombing) untuk memadamkan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Operasi udara diperkuat karena kobaran api di tumpukan sampah belum padam sepenuhnya.
"Hingga Rabu (1 Juli 2026) sore api masih belum berhasil dipadamkan dan teridentifikasi muncul dua titik api baru di sisi utara TPA. Kondisi ini membutuhkan penanganan terpadu, termasuk penguatan operasi udara," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026
Abdul menjelaskan pengerahan armada udara menjadi andalan sekaligus menggenapi upaya penyiraman darat. Sebab, potensi perluasan kebakaran sangat tinggi akibat material sampah mudah terbakar serta embusan angin.
Guna mengoptimalkan pemadaman, BNPB menyiagakan dua helikopter water bombing yang diterbangkan langsung dari pangkalan udara di Bandara Pondok Cabe.
Satu helikopter dilaporkan berhasil melaksanakan satu sorti operasi pengeboman air pada Rabu sore, 1 Juli 2026. Sedangkan, satu armada tambahan lainnya sudah selesai dimobilisasi dan siap beroperasi penuh.
Kedua helikopter dijadwalkan kembali melakukan penyiraman secara masif sepanjang hari ini dengan fokus target pada area sebaran api baru. Hal ini dilakukan untuk mendukung percepatan proses pembasahan dan pendinginan lahan.
%20Jatiwaringin%2C%20Mauk%2C%20Kabupaten%20Tangerang%2C%20Banten%2C%20pada%20Rabu%20(1_7_2026)_%20ANTARA_Azmi%20Samsul%20M.jpg)
Petugas dari BPBD melakukan penyemprotan air di area kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (1/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M
Baca Juga :
Asap Tebal Masih Selimuti TPA Jatiwaringin
Berdasarkan data terkini BNPB, kebakaran yang melanda sejak Selasa siang, 30 Juni 2026, itu telah menghanguskan area seluas tujuh hektare dari total keseluruhan luas lahan TPA Jatiwaringin mencapai 33 hektare.
Menurut Abdul, dampak kepulan asap tebal dari kebakaran ini juga memicu masalah sosial, di mana jumlah warga terdampak yang terpaksa mengungsi bertambah hingga mencapai 50 jiwa. Pengungsian disiapkan terpusat di Balai Desa Tanjakan Mekar.
BNPB memastikan kebutuhan logistik dasar bagi puluhan warga di posko pengungsian masih dapat dipenuhi dengan baik oleh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.