Tangkapan layar deretan pohon di sisi Timur Lapangan Gasibu Bandung dari google maps yang diambil 2024. (ANTARA/Googlemaps)
Soal Hilangnya Pohon di Gasibu, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi
Silvana Febiari • 6 August 2026 07:54
Bandung: Hilangnya vegetasi berupa pohon Angsana kecil di kawasan Gasibu, Kota Bandung, merupakan bagian dari penataan kawasan Gedung Sate-Gasibu. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyebut pohon tersebut diganti dengan pohon Asem Jawa yang dinilai lebih produktif dan mendukung lingkungan.
"Oh iya (terdampak), pohonnya pohon kecil, bukan pohon besar ya. Pohonnya, pohon Angsana dan diganti dengan pohon yang lebih banyak lagi dan sudah ditanam dan sudah tumbuh. Jadi satu pohon diganti oleh 50 pohon. Silakan dicek tuh pohonnya sudah hidup sekarang di belakang Gedung Sate," ujar Dedi, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Agsutus 2026.
Dedi memaparkan pemindahan pohon Angsana di ruang publik tepi jalan didasari oleh pertimbangan ilmiah keberlanjutan dan daya dukung ekosistem hayati. Karakter tanaman Angsana memiliki kelemahan mendasar dalam konservasi air serta kurang mendukung habitat fauna perkotaan jika dibandingkan dengan pohon seperti Asem Jawa.
"Angsana itu kan pohon yang, menurut saya, malah harus diganti. Karena ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia tuh menyerap air bukan menghasilkan air," ujar Dedi.
Selain masalah daya serap air tanah, keberadaan angsana juga dinilainya kurang bersahabat bagi kelangsungan ekosistem keanekaragaman hayati. Khususnya sebagai tempat bersarang burung-burung liar di kawasan perkotaan.
Pemprov Jabar kini secara masif mengalihkan fokus penanaman pada komoditas pohon peneduh yang memiliki nilai guna ekologi jangka panjang. "Dan burung itu enggak bisa tinggal di Angsana, makanya sekarang diganti oleh kita, kita banyak tanam pohon Asem Jawa sekarang ya," tutur Dedi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. MI/Reza Sunarya
Sebelumnya, sejumlah pohon besar di area Lapangan Gasibu diduga ditebang akibat proyek penataan halaman depan Gedung Sate. Proyek tersebut masih berlangsung, dengan pagar pembatas yang menutup sebagian area Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate.
Namun, sebagian hasil pengerjaan sudah dapat diakses publik, yakni jalur baru Jalan Sentot Alibasyah di sisi timur Lapangan Gasibu. Jalan yang sebelumnya hanya memiliki dua jalur kini diperluas menjadi tiga jalur.
Lalu yang jadi sorotan adalah keberadaan sejumlah pohon besar yang dulunya tumbuh di sisi timur Lapangan Gasibu tersebut. Pohon-pohon itu hilang seiring dibukanya jalur baru Jalan Sentot Alibasyah itu.
Dari pantauan Google Maps dengan waktu yang diatur ke sebelum jalur baru itu ada, memang terlihat deretan pohon di sisi Timur Lapangan Gasibu. Masih belum diketahui apakah pohon-pohon tersebut yang dimaksud Dedi atau pada titik lainnya.