Penyintas Bencana Aceh Segera Tempati Hunian Tetap

Warga penyintas banjir berswa foto di rumah hunian tetap (huntap) in situ yang sedang dalam pembangunan di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Senin, 22 Juni 2026. (ANTARA/HO-BNPB)

Penyintas Bencana Aceh Segera Tempati Hunian Tetap

Silvana Febiari • 23 June 2026 11:14

Aceh: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan para warga penyintas bencana banjir-tanah longsor di Provinsi Aceh mengapresiasi gerak cepat pemerintah dalam merealisasikan percepatan pembangunan rumah hunian tetap (huntap) in situ.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kepastian pemenuhan kebutuhan hunian layak tersebut sekaligus dibarengi penyaluran paket bantuan logistik sembako bagi masyarakat setempat.

"Selain meninjau progres kemajuan konstruksi rumah di lapangan, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan dasar warga di titik lokasi Kualasimpang dan Peureulak Barat," kata Abdul, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
 


Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat, hingga saat ini pihaknya telah menerima usulan pembangunan sekitar 15.000 unit huntap in situ (di atas lahan milik warga sendiri). Usulan tersebut berasal dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dari jumlah tersebut, sekitar 800 hingga 900 unit rumah telah dibangun secara serentak. Sementara hampir 400 unit di antaranya telah selesai dibangun.

Untuk itu, Abdul memaparkan salah satu penerima manfaat bantuan pembangunan huntap, Nurbayti (64), warga Desa Sriwijaya, Aceh Tamiang, Aceh menyatakan sangat terbantu setelah rumahnya yang rusak berat dibangun kembali secara permanen.

Nurbayti, kepada petugas BNPB mengaku bersyukur karena setelah hampir tiga bulan terpaksa bertahan menempati fasilitas rumah hunian sementara (Huntara). Dirinya bersama keluarga dapat segera pindah dan menempati rumah baru yang lebih aman dalam waktu dekat.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau rumah hunian tetap in situ di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Senin, 22 Juni 2026. (ANTARA/HO-BNPB)


Ungkapan senada disampaikan oleh Muhammad Fuad (35), penyintas banjir asal Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Fuad menilai skema percepatan rehabilitasi sektor permukiman dari pemerintah berjalan sangat efektif.

Fuad yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi elektronik tersebut menuturkan kondisi bangunan rumah tipe 36 yang disediakan oleh pemerintah saat ini strukturnya jauh lebih baik, kokoh, dan nyaman jika dibandingkan dengan hunian miliknya yang terdahulu.

"Alhamdulillah bangunan ini jauh lebih bagus dan nyaman. Sebelum hunian sementara jadi, saya sempat menumpang di rumah mertua. Kehadiran huntap ini menjadi harapan baru bagi keluarga kami untuk kembali menjalani kehidupan secara normal," ucap Fuad.

(Silvana Febiari)