Menyebabkan Jemaah Haji Kelelahan, Program Tur Kota Dievaluasi

Ilustrasi sejumlah jamaah melintas di Masjid Abdullah Ibnu Abbas di Thaif, Arab Saudi beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/Hanni Sofia

Menyebabkan Jemaah Haji Kelelahan, Program Tur Kota Dievaluasi

Gabriella Thesa Widiari • 23 June 2026 20:08

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan mengevaluasi program city tour atau tur kota di Tanah Suci. Langkah ini merespons adanya indikasi kelelahan yang dialami sebagian peserta haji akibat padatnya aktivitas pra dan pasca-puncak ibadah haji.

"Kami amati lagi memang pasca-Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) banyak yang langsung diajak city tour, diajak ke mana-mana, yang membuat mereka lelah, sehingga kami akan mengevaluasi lagi kebijakan kita tentang city tour,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
 


Irfan mengungkapkan, aktivitas tersebut mencakup perjalanan ke sejumlah destinasi di luar Makkah, seperti Thaif dan Jeddah. Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi berdampak pada kesehatan jemaah, terutama mengingat tingginya tingkat kelelahan setelah Armuzna.

“Ini dapat sangat memengaruhi kesehatan jemaah kita,” kata Irfan.


Ilustrasi ibadah haji. Foto: dok. Kemenag.

Dia menegaskan aspek kesehatan dan keselamatan jemaah akan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya. Di samping itu, Kemenhaj akan memperkuat istitha'ah kesehatan demi menekan angka perawatan dan meninggal dunia yang jumlahnya masih tinggi. Menurut dia, masih ada perbedaan pelaksanaan di sejumlah daerah.

“Ada daerah yang bagus menjalankannya, ada yang kurang bagus, sehingga ini juga menjadi salah satu tugas kami untuk bisa menyamaratakan standar istitha'ah kesehatan kita,” kata Irfan.

(Gabriella Thesa Widiari)