Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menghadiri acara Gotong Royong Literasi di Lapas Cipinang. Foto: Istimewa.
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Multipihak Kunci Mengejar Ketertinggalan Literasi
Gabriella Thesa Widiari • 19 June 2026 17:48
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan peran daerah dalam kolaborasi multipihak untuk membangun kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca di Tanah Air. Menurutnya, program peningkatan literasi masyarakat tak boleh berjalan sendiri-sendiri.
"Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Sinergi antara parapihak terkait harus diperkuat dengan aksi nyata," ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.
Adapun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mencatat, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional pada Maret 2026 masih berada pada angka 40,6—masuk dalam kategori rendah (skala 30-49,9). Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional tercatat di angka 54,80 -- masuk dalam kategori sedang (40,1-60).
Sejumlah catatan itu, menurut Lestari, harus dijawab dengan penguatan kolaborasi multipihak secara masif dan berkelanjutan. Dia mengatakan, persoalan utama literasi di Indonesia bukan semata ketiadaan minat baca. Dukungan masif dalam membangun ekosistem baca yang baik sejak dini sangat dibutuhkan.

Ilustrasi membaca. Foto: BKHM.
Anggota Komisi X DPR RI itu menegaskan, rendahnya tingkat ketersediaan dan keterjangkauan akses terhadap bahan bacaan yang bermutu harus segera diatasi dengan langkah nyata. Oleh karena itu, dia mendorong agar layanan perpustakaan dapat menjangkau hingga ke desa-desa.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan sekadar tempat menyimpan buku. Selain itu, dinas pendidikan harus mampu mengintegrasikan pengajaran pengembangan literasi dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler di institusi pendidikan.
"Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi," pungkas Lestari.