Malaysia Bersiap Hadapi Darurat Pasokan BBM Mulai Juni

Bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia. Foto: Dok The Straits Times

Malaysia Bersiap Hadapi Darurat Pasokan BBM Mulai Juni

Richard Alkhalik • 14 April 2026 13:35

Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia tengah menerapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengatasi potensi kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Periode Juni dan Juli diproyeksikan akan menjadi fase paling krusial bagi ketahanan energi Negeri Jiran.

Mengutip laporan The Star, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pasokan pada pertengahan tahun ini.

“Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat penting dalam memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar,” ujar Akmal, dikutip dari Straits Times, Selasa, 14 April 2026

Ia juga menambahkan ketersediaan pasokan turunan minyak dan gas sama pentingnya untuk dijaga, khususnya bahan baku yang digunakan dalam industri obat-obatan dan alat-alat medis.

Sinyal kewaspadaan ini sebelumnya juga telah disuarakan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada awal April lalu. Ia mengisyaratkan Malaysia berpotensi menghadapi ketidakpastian suplai BBM paling cepat pada bulan Juni, yang menggarisbawahi kerentanan negara tersebut terhadap guncangan krisis energi global.



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Pasokan bahan bakar masih stabil

Pada 7 April 2026, Akmal menjamin pasokan April dan Mei masih stabil. Meskipun demikian, ia mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan untuk mengambil langkah-langkah diversifikasi sumber bahan bakar dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara mitra dagang utama.

Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Fuziah Salleh tidak menampik adanya gangguan sementara di beberapa stasiun pengisian bahan bakar. Ia mengatakan gangguan ini dipicu oleh lonjakan permintaan mendadak di sejumlah daerah, namun langkah-langkah pemulihan pasokan sedang segera diimplementasikan.

“Saya ingin menekankan posisi pasokan bahan bakar negara masih stabil dan mencukupi,” tegas Fuziah melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Kamis, 11 April 2026.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM seperti biasa dan tidak panik.

Bantahan Petronas soal Filipina

Di tengah upaya pengamanan pasokan domestik, kantor berita pemerintah Bernama menepis rumor dan laporan dari media Filipina yang menyebutkan adanya pengiriman 329 ribu barel solar baru-baru ini ke Filipina dari Malaysia.

Perusahaan energi Malaysia, Petroliam Nasional (Petronas) mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya kini belum menjalin kesepakatan pasokan diesel dengan pihak manapun di Filipina dan masih memprioritaskan pasokan bahan bakar yang andal serta berkelanjutan untuk Malaysia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)